Berikut Penjelasan dr Harina Salim Mengenai Pemakaian Masker yang Baik dan Benar
Sebenarnya pencegahan Covid-19 ini sangat sederhana dan murah. Kenakan masker yang benar, rutin cuci tangan dengan sabun
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Menggunakan masker pada saat pandemi Covid-19 merupakan hal yang wajib dipakai terutama ketika bepergian keluar rumah.
Masker menjadi hal yang esensial karena mampu menangkal virus ataupun bakteri yang akan masuk ke mulut ataupun hidung seseorang.
Pemakaian masker saat ini diwajibkan untuk semua orang, baik orang sehat maupun sakit.
"Sebenarnya pencegahan Covid-19 ini sangat sederhana dan murah. Kenakan masker yang benar, rutin cuci tangan dengan sabun," kata Dokter Spesialis Patologi Klinik, RSUD Ade M Djoen Sintang, dr Harina Salim, Selasa, 3 November 2020.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Siantan Imbau Protokol Kesehatan
Menurut Harina, virus SARS-CoV -2 harus dikenali oleh masyarakat. Baik cara penularan, cara pencegahan dan cara mengantisipasi penularannya.
Apabila masyarakat sudah paham, antisipasi pencegahan bisa efektif dan penyebarannya dapat ditekan.
Virus SARS-CoV-2, penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin.
Harina mengatakan, ada tiga pintu masuk virus ini, antara lain hidung, mata dan mulut. Oleh sebab itu masker menjadi sangat penting dikenakan sebagai pelindung mulut dan hidung. Sementara mata, akan sangat terbantu jika seseorang mengenakan kacamata.
"Makanya kenapa ini penting pakai masker. Kacamata juga melindungi. Sebenarnya penularan virus ini, selama pasien tidak bersin, tidak batuk, kita aman. Bagaimana mencegah droplet, dengan memakai masker," ungkap Harina.
Namun, Harina sering menjumpai masih banyak masyarakat yang hanya sekadar mengenakan masker saja. Padahal ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang cara memakai masker yang baik dan benar sebagai antisipasi penularan.
"Masker tidak perlu ketat makainya. Sebenarnya kita tidak perlu masker ketat, contoh masker menutup area mulut pipi dan dagu. Sehingga talinya harus berada pada posisi yang benar. Faktanya, kita menyimpul tali di telinga sehingga masker terpakai dengan ketat," katanya.
Kemudian, pemakaian masker juga jangan sampai terbalik. Perhatikan lekukan keras seperti kawat dibagian masker posisi untuk menutup rapat batang hidung.
Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Polsek Siantan Imbau Protokol Kesehatan
"Kemudian soal isu larangan masker scuba. Sebenarnya, masker yang baik itu minimal memiliki dua lapis. Tata cara pemakaian pun jangan sampai terbalik, terutama masker bedah. Ganti masker maksimal 4 jam. Jika tidak bawa ganti, di dalam masker bisa dilapisi tisu basah.
Pencegahan penularan sangat sederhana dan murah. Sebab, begitu terinfeksi dan dirawat biaya besar. Perawatan pasien sampai di ruang isolasi khusus, bisa sampai 500 juta satu pasien," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dr-harina-salimsintang.jpg)