Citizen Reporter
Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus Pr Berkati Gua Maria Bunda Peziarah Nyarumkop Singkawang
Langit mendung, udara terasa dingin pertanda hujan telah reda. Rumput hijau di halaman tampak basah, begitu juga dengan pepohonan sepanjang jalan menu
Citizen Reporter
Komsos Keuskupan Agung Pontianak Sela
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Langit mendung, udara terasa dingin pertanda hujan telah reda. Rumput hijau di halaman tampak basah, begitu juga dengan pepohonan sepanjang jalan menuju Komplek Wisma Emaus Nyarumkop.
Tidak jauh dari wisma tua tersebut, berdiri kokoh Gua Maria baru yang didominasi bebatuan dan tanaman-tanaman hias.
Gua Maria Bunda Peziarah, demikian namanya.
Hal ini disampaikan oleh Uskup Agung Pontianak Mgr. Agustinus Agus dalam Misa Pemberkatan Gua Maria Nyarumkop, Komplek Wisma Emaus Keuskupan Agung Pontianak pada hari Sabtu, 31 Oktober 2020.
Bertindak sebagai konselebran utama Mgr Agustinus Agus, didampingi oleh 7 imam lainnya.
Umat yang hadir tidak ramai, selebihnya didominasi oleh biarawan-biarawati dan para frater yang sedang menempuh pendidikan di Seminari Menengah Nyarumkop.
Protokol kesehatan tetap dipatuhi, semua yang hadir menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain.
Misa syukur ini diawali dengan doa rosario bersama. Selanjutnya, paduan suara melantunkan lagu pembukaan mengiringi uskup dan para imam menuju altar.
Dalam pembukaannya, Mgr Agustinus Agus mengungkapkan makna dibalik nama Gua Maria Bunda Peziarah tersebut yang memiliki hubungan dengan Komplek Rumah Retret Emaus. Hubungan tersebut dinyatakan dalam peristiwa dua murid yang berjumpa dengan Yesus dalam perjalanan menuju Emaus, dimana mereka mengalami pergulatan batin akan kabar kebangkitan Yesus ditengah kekecewaan yang mereka alami setelah peristiwa penyaliban Yesus.
“Kita pribadi mengharapkan kehadiran Bunda Maria di Emaus membantu orang-orang yang menggunakan rumah retret ini untuk seminar, diskusi, pemecahan masalah, dan retret pribadi. Semoga dalam perantaraan Bunda Maria, mereka bisa menemukan jalan keluar dalam peziarahan hidupnya yang mungkin masa lalunya kelam dan sebagainya,” demikian harapan Uskup Agung Pontianak tersebut.
Kemudian, Mgr Agustinus Agus juga mengungkapkan alasan kita menghormati dan memerlukan Bunda Maria.
Baginya, hal ini kembali kepada peristiwa penyaliban Yesus dimana sebelum ajal tiba, Yesus di kayu salib mengatakan kepada murid-Nya “Inilah Ibumu” dan kepada Maria “Inilah Anakmu”.
“Dalam konteks ini, kita mengakhiri bulan Maria dengan berharap dan menghormati Bunda Maria bukan hanya sebagai bunda yang melahirkan Tuhan Yesus penebus kita, tetapi Bunda Gereja, bunda kita semua yang memiliki masalah-masalah hidup yang kadangkala tidak mampu kita pikul. Kita serahkan semua itu kepada Bunda Maria,” ucap Mgr Agus.