Breaking News:

Pjs Bupati Kamaruzzaman Motivasi Guru dan Kepala Sekolah untuk Terus Menulis

dikarenakan negara saat ini dihadapkan pada kondisi bangsa yang masih ketinggalan dalam budaya literasi.

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sambas, Dr Syarif Kamaruzaman saat membuka pelatihan penulisan karya tulis bagi Kepala Sekolah SD dan SMP. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Sambas, Dr Syarif Kamaruzaman mengajak para guru dan kepala sekolah yang ada di Kabupaten Sambas termotivasi untuk menghadirkan karya tulis.

Hal itu ia sampaikan saat membuka Pelatihan Penulisan Best Practice bagi Kepala Sekolah SD dan SMP tahun 2020 di Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas.

Pada kesempatan itu, Kamaruzaman mengatakan menulis adalah hal yang menyenangkan.

"Pemerintah melalui peraturan Menpan RB nomor 16 Tahun 2009 tentang jabatan fungsional guru dan angka kreditnya sebagai turunan dari Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pada dasarnya mendorong kepada guru dan kepala sekolah agar meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah atau melakukan penelitian,” ujar Kamaruzaman.

Kata dia, dengan hadirnya tuntutan itu, dikarenakan negara saat ini dihadapkan pada kondisi bangsa yang masih ketinggalan dalam budaya literasi.

Baca juga: Bahas Penanganan Pekat, Kemenag Sambas Apresiasi FGD MUI

Baik itu dalam hal menulis dan penelitian bila dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara.

"Pemerintah tidak ingin guru disibukkan dengan administrasi pendidikan dan pembelajaran dengan mengabaikan menulis dan melakukan penelitian,” tegas Kamaruzzaman.

Menurut Kamaruzaman, banyak hal yang seharusnya bisa dilakukan oleh para guru guna mendukung kenaikan pangkat.

Salah satunya adalah dengan melatih atau membiasakan diri dengan menulis dari hal-hal yang biasa dilakukan seperti pengalaman terbaik di sekolah.

"Pengelaman terbaik yang pernah dilakukan disekolah inilah yang disebut dengan istilah best practice dan merupakan bagian dari karya ilmiah," katanya.

"Pelatihan ini guna mendorong guru dan kepala sekolah agar terbiasa menulis sehingga dengan kebiasaan menulis ini dapat menjawab permasalahan yang ada,” tuturnya.

Lebih lanjut ia katakan, kemampuan menulis karya ilmiah bukan terletak pada sulit atau tidak tapi terletak pada keinginan dan kemauan.

"Teruslah menulis, kembangkan kemampuan diri, tulis dari hal-hal yang sederhana,” tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved