Buka Musda ke-4 MABM Sanggau, Ini Harapan Bupati Paolus Hadi
Dinamika yang terjadi menurutnya merupakan perkembangan, yang terpenting adalah dinamika itu bukan membuat perselisihan.
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Zulkifli
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Bupati Sanggau Paolus Hadi membuka Musyawarah Daerah (Musda) Ke-4 Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Sanggau di Aula Hotel Grand Narita Sanggau, Jumat 30 Oktober 2020 malam.
Musda dengan tema "Menjunjung Harkat dan Martabat. Melayu Pantang Menjual Zuriat” Ini dengan agenda pemilihan Ketua MABM Sanggau periode 2020-2024
Hadir dalam pembukaan, Ketua Umum DPP MABM Kalbar, Prof Chairil Effendy, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau, Gusti Arman, Ketua DPRD Sanggau, Jumadi, Dandim 1204/Sanggau, Letkol Inf Affiansyah, Ketua PN Sanggau, Arief Boediono, Ketua MABM Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan, Perwakilan dari Kejari Sanggau, lintas organisasi di Kabupaten Sanggau, Paguyuban, Perwakilan DPC MABM dari 15 kecamatan dan undangan lainya.
Baca juga: Musda MABM Sanggau ke-4 Siap Dilaksanakan, Fahriadi: Persiapan Sudah 95 Persen
"Hari ini saya membuka Musda Ke-4 MABM Kabupaten Sanggau, dan tentunya ada berapa hal yang tadi sudah saya sampaikan di pembukaan.
Saya ingin seluruh organisasi kemasyarakatan budaya yang ada di Sanggau secara khusus MABM, perkuatkan kebersamaan didalam,"kata Bupati Sanggau Paolus Hadi, Jumat 30 Oktober 2020 malam.
Ketua DPC PDI Perjuangan Sanggau itu menjelaskan bahwa kekuatan dan kekompakan didalam itu adalah investasi besar yang akan mendorong juga kebersamaan di Kabupaten
Baca juga: Panita Musda MABM ke-IV Temui Bupati Sanggau Paolus Hadi
Sanggau ini.
"Untuk itu di internal tentu banyak hal lah yang berkaitan dengan organisasi itu harus ada perbaikan-perbaikan.
Kelemahan-kelemahan pasti ada, tapi kelebihan lah yang harus selalu ditonjolkan.
Saya berharap agar Musda ini berjalan dengan lancar dan akan menghasilkan kepengurusan yang memang secara mufakat, karena itu budaya kita. Sekali lagi orang Sanggau harus kompak,”ujarnya.
Dinamika yang terjadi menurutnya merupakan perkembangan, yang terpenting adalah dinamika itu bukan membuat perselisihan.
“Kekuatan Melayu besar di Sanggau yang juga akan mendorong kemajuan. Yang harus kita lihat sebenarnya sampai ke bawah.
Mereka harus bertumbuh, dengan adanya organisasi ini ya harus mampu, mumpuni SDM kita,”tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPP MABM Kalbar, Prof Chairil Effendy yakin bahwa Musda ini akan berjalan dengan baik.
"Kalau ada dinamika, itu menunjukkan bahwa MABM sudah dimiliki oleh semua orang.
Kalau sepi justeru kita bertanya-tanya, kenapa kok sepi. Mungkin mereka tidak peduli.
Tapi dengan dinamika ini menunjukkan ada kepedulian dari masing-masing pihak,”katanya.
Akan tetapi, ia yakin orang Melayu akan mengedepankan musyawarah dan mufakat.
Sehingga dinamika yang berkembang, yang sebelumnya berseliweran di jejaring sosial, akan mengerucut di meja perundingan.
“Oleh karena itu saya tidak sabar juga ingin menunggu hasilnya.
Saya tidak pulang, satu harian ada di Sanggau ini,”ujarnya.
Sebagaiman Bupati Paolus Hadi, Chairil juga berharap ada rekomendasi-rekomendasi positif yang dihasilkan dari Musda ini, dan tidak perlu muluk-muluk.
“Yang real saja, yang diperlukan masyarakat Sanggau itu apa, sehingga bisa bekerjasama satu sama lain dan yang penting juga hendaknya bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah.
Baca juga: Hadiri Pengukuhan MABM, Citra Duani Harap Bekerjasama Kembangkan Budaya di Kayong Utara
Pemerintah kan terbatas juga, tidak mungkin juga menjangkau ke pelosok-pelosok.
Dan itu ada di MABM, DAD, dan sebagainya.
Karena itu Pak Bupati tadi dengan senang hati membantu seluruh organisasi, karena dengan itu beliau terbantu sebenarnya,”tuturnya.
Sementara itu, Pangeran Ratu Surya Negara, Gusti Arman mengucapkan selamat dan sukses kepada MABM Kabupaten Sanggau yang telah melaksanakan Musda Ke-4.
Untuk itulah, Ia berharap Musda ini menghasilkan pengurus-pengurus MABM Sanggau yang betul-betul peduli pada Melayu.
“Puak Melayu, marwah Melayu, serta organisasi MABM itu sendiri dan saya juga tidak mengharapkan bahwa dalam pelaksanaan atau kepengurusan MABM Sanggau ini seolah-olah nanti organisasi ini sebagai tempat mata pencaharian,”tegasnya.
Jadi, kita maunya MABM Sanggau bisa menunjukkan jati dirinya bahwa Melayu betul-betul bermartabat, punya hati dan iman dalam jiwanya.
Ia juga mempersilahkan siapapun untuk maju dalam pemilihan Ketua MABM Sanggau.
yang terpenting berkompetisi secara sportif, adil dan bijaksana.
“Siapapun nanti yang terpilih tetap kita dukung. Tapi yang jelas, bahwa Ketua MABM harus mempunyai dedikasi serta kemampuan yang mumpuni.
Jangan Ketua MABM ini kerjanya hanya mengeritik saja, tapi tidak mampu berbuat dan berorganisasi,”pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/paolus-hadi-saat-foto-bersama-ketua-umum-dpp-mabm-kalbar.jpg)