Breaking News:

PT Jasa Raharja Kalbar

Terdampak Covid-19, Penyerahan Santunan Jasa Raharja Kalbar Alami Penurunan

Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat mengumumkan sejak Januari – September 2020 terjadi penurunan klaim hampir 14%

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Kepala Cabang Jasa Raharja Kalbar, Regy S Wijaya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat mengumumkan sejak Januari – September 2020 terjadi penurunan klaim hampir 14% atau berkisar 4 miliar rupiah.

Hal ini disebabkan adanya pembatasan pergerakan manusia akibat Covid-19 yang melanda khususnya di Wilayah Kalimantan Barat.

“Jadi memang tahun ini ada penurunan klaim hampir 14%, sekitar 4 M dari 26,3 M jadi 22M. Hasil analisa kami, sejak diumumkan sebagai bencana nasional pada Maret lalu, pemerintah mengambil kebijakan mengenai pembatasan pergerakan orang demi mencegah penyebaran Covid-19, hal ini kemudian berdampak pada penurunan tingkat terjadinya kecelakaan”, jelas Kepala Jasa Raharja Kalbar, Regy S. Wijaya di kantornya, Pontianak, Selasa 27 Oktober 2020.

Baca juga: Syarat Membuat Surat Keterangan Laporan Lakalantas untuk Dapat Santunan Jasa Raharja

Baca juga: Berikut Cara Dapatkan Santunan Kecelakaan dari PT Jasa Raharja

Dari hal tersebut akhirnya menyebabkan penurunan klaim.

Selain itu, adanya klaim yang belum ditagihkan oleh pihak Rumah Sakit yang bekerja sama dengan Jasa Raharja yang disebabkan oleh permasalahan administrasi juga menjadi alasan penurunan tersebut.

“Alhamdulillah tingkat terjadinya kecelakaan berkurang. Tapi memang juga ada klaim yang belum ditagihkan ke Jasa Raharja khususnya dari RS yang sudah kerja sama dengan kita karena berkasnya masih kita teliti atau belum lengkap”, lanjutnya.

Meskipun jumlah klaim menurun, Regy tetap menargetkan percepatan penyerahan santunan karena ini juga termasuk dalam penilaian kinerja perusahaan. Apalagi mengingat tugas dan fungsi Jasa Raharja yang hadir untuk melindungi masyarakat yang terdampak musibah kecelakaan lalu lintas.

“Kita menargetkan percepatan penyerahan santunan karena kinerja perusahaan dinilai dari seberapa cepat pelayanan Jasa Raharja dari masa pengajuan klaim tersebut. Sampai saat ini kami telah berhasil meraih nilai 116 dari target 120 dan termasuk kategori luar biasa, dan kami akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan hingga mencapai target maksimal”, tegas Regy.

Dibalik keberhasilannya mencapai penilaian luar biasa tersebut, Jasa Raharja Kalbar mengakui adanya sejumlah hambatan yang menjadi tantangan bagi Jasa Raharja untuk mempercepat pelayanan diantaranya adalah kentalnya budaya lokal saat terjadi musibah kecelakaan.

“Di beberapa daerah, penerbitan laporan kepolisian belum optimal karena budaya lokal ketika terjadi kecelakaan mereka tidak melapor, lebih mengedepankan adat (kekeluargaan). Namun saat penanganan medis yang berat atau bahkan hingga meninggal dunia, mereka baru mengurus adminsitrasi ini, sehingga dari kami juga tidak bisa langsung menyerahkan santunan karena berkas belum lengkap”, pungkasnya.

Jasa Raharja Kalbar akan tetap berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat semaksimal mungkin dan mempertahankan kualitas pelayanan hingga akhir tahun 2020 nanti.(*)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved