Breaking News:

PT Jasa Raharja Kalbar

Jasa Raharja Kalbar Dukung Program Zero Odol 2023 di Kalimantan Barat

ODOL merupakan singkatan dari over dimension over loading, yang jika diterjemahkan menjadi kendaraan yang memiliki dimensi dan muatan berlebih

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat, Regy S. Wijaya menghadiri kegiatan focus group discussion terkait Penanganan Over Dimension Over Loading dan Deklarasi Zero Over Dimension Over Loading di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin 26 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala PT. Jasa Raharja Cabang Kalimantan Barat, Regy S. Wijaya menghadiri kegiatan focus group discussion terkait Penanganan Over Dimension Over Loading dan Deklarasi Zero Over Dimension Over Loading. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan tersebut dihadiri oleh segenap insan perhubungan Kalimantan Barat termasuk didalamnya Jasa Raharja dilaksanakan pada Senin, 26 Oktober 2020 di Hotel Golden Tulip Pontianak.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Jenderal Direktorat Perhubungan Darat, Ir. Imran Rasyid, MBA dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi Zero Odol 2023 oleh seluruh peserta dan penyampaian materi dari narasumber.

Lantas apakah itu ODOL? ODOL merupakan singkatan dari over dimension over loading, yang jika diterjemahkan menjadi kendaraan yang memiliki dimensi dan muatan berlebih, merupakan program yang digadang-gadang oleh Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Jasa Raharja Kalbar Optimis Performa Pelayanan Prima Hingga Akhir Tahun

Baca juga: Terbuka Jadi Kunci Regy Nakhodai Jasa Raharja Kalbar

Kegiatan focus group discussion terkait Penanganan Over Dimension Over Loading dan Deklarasi Zero Over Dimension Over Loading di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin 26 Oktober 2020.
Kegiatan focus group discussion terkait Penanganan Over Dimension Over Loading dan Deklarasi Zero Over Dimension Over Loading di Hotel Golden Tulip Pontianak, Senin 26 Oktober 2020. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA)

Nantinya, setiap kendaraan angkutan barang akan diberlakukan uji berkala, pengawasan dan penindakan hukum jika kedapatan membawa muatan berlebih atau fisik kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Jasa Raharja Kalbar mendukung penuh adanya program ini. Pihaknya menilai bahwa kendaraan ODOL ini memiliki potensi lebih besar untuk mengalami kecelakaan jika dibandingkan dengan kendaraan normal.

“Kendaraan yang tidak sesuai dengan spesifikasi dan mengangkut barang berlebih memiliki peluang yang lebih besar untuk mengalami kecelakaan karena kendaraan tidak seimbang. Kecelakaan yang terjadi bisa juga berpotensi melibatkan kendaraan lainnya. Kami sangat mendukung program Zero Odol 2023 ini supaya kendaraan angkutan barang bisa beroperasi dengan aman dan tidak membahayakan pengendara lainnya”, tutur Regy.

Dalam acara tersebut turut hadir Kepala BPTD Wilayah XIV Kalimantan Barat, Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Barat, Direktur Lalu Lintas Polda Kalbar, dan instansi terkait lainnya serta beberapa perusahaan karoseri dan dealer di Kalimantan Barat.(*)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved