Penanganan Covid

Gubernur Sutarmidji Serahkan Ventilator untuk Sejumlah Rumah Sakit di Kalbar

Sehingga RS harus ada di tiap kabupaten. Jangan biarkan pasien atau masyarakat malah berobat ke kabupaten lain

Penulis: Anggita Putri | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menyerahkan bantuan alat Ventilator dan Noninvasive ventilation (NIV) kepada rumah sakit yang ada di Kalbar di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin 26 Oktober 2020 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyerahkan bantuan alat Ventilator dan Noninvasive ventilation (NIV) kepada rumah sakit yang ada di Kalbar untuk penanganan Covid-19 yang berlangsung di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Senin 26 Oktober 2020. 

Sutarmidji mengatakan adapun bantuan yang diberikan sebanyak 3 buah alat Ventilator diberikan kepada RSUD Soedarso, dan 20 Unit Noninvasive ventilation (NIV) yang tersebar di berbagai rumah sakit di Kalbar.

“Jadi kami serahkan ke RS semuanya. Ini bantuan dari PT Dinamika Sejahtera Mandiri. Kemudian ada satu alat dari pengusaha Kalbar peduli covid-19, dan ada juga bantuan dari salah satu produsen otomotif,” ujar Sutarmidji.

Baca juga: Kekurangan Ventilator, Kadiskes Ajukan Permintaan ke Kemenkes

Ia mengatakan secara simbolis semuanya telah diserahkan kepada pihak rumah sakit supaya bisa dimanfaatkan karena penting untuk rumah sakit yang harus mempunyai alat untuk pertolongan cepat. 

“Sehingga RS harus ada di tiap kabupaten. Jangan biarkan pasien atau masyarakat malah berobat ke kabupaten lain,” ungkap Sutarmidji.

Ia mengatakan bahwa Kabupaten Sanggau membeli alat mobile PCR, dan tentu itu sangat disambut baik olehnya.

“Jadi sangat bagus itu, nanti kita dari provinsi akan bantu dananya. Tapi reagen kit harus disiapkan sendiri. Karena reagen itu mahal berkisar antara Rp600-Rp650 ribu untuk sekali swab,” ujarnya.

Lalu untuk pemeriksaan sampel swab di Lab belum tentu selalu berhasil dan terkadang harus dirunning ulang. Itulah yang membuat biaya menjadi bertambah lebih mahal.Itulah mengapa di swasta sampai jutaan. 

“Saya minta RS selain mengobati secara fisik, psikisnya juga harus diperhatikan. Contoh Pak Jiwo saya ikuti apa yang dilakukan lewat CCTV. Seperti denyut jantungnya, saturasinya, pernafasannya,” ujarnya.

Selain itu apabila diperlukan stok plasma bisa meminta bantuan perwakilan di Kalbar yang berada di Gatot Subroto Jakarta Pusat dan bisa di bawa ke Pontianak. Akan tetapi tidak bisa dipaket dan harus dibawa langsung 

Baca juga: Gubernur Sutarmidji Beberkan Biaya Pengobatan Satu Pasien Covid-19 Bisa Mencapai Rp 60 Juta

“Apa saja kita lakukan untuk kesembuhan. Apa yang direkomendasikan kami beli supaya ada semangat. Akan tetapi beban psikologis kadang yang berat “ ujarnya.

Berikut Daftar jenis alat yang diserahkan ke beberapa Rumah Sakit di Kalbar yakni 

RSUD Soedarso 3 Unit Ventilator, RS Abdul Azis Singkawang 1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP, 

RS dr Rubini Mempawah 2 unit BiPAP, RS Landak 2 unit BiPAP, RS Sambas 1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP.

Lalu RS M.TH.Djaman Sanggau 1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP,  RS Ade M Djoen Sintang 1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP, RS dr Agoesdjam Ketapang 2 unit CPAP,  RS Kartika Husada 1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP, RS Anton Soedjarwo 1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP, dan Upelkes  1 unit BiPAP dan 1 unit CPAP. 

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

Tribunpontianak.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved