Kukuh Triyatmaka: Mulai Tahun 2021Pemkab Sanggau akan Memberlakukan Tunjangan Kinerja

Meskipun saya agak sedikit ragu-ragu ini, yang siap berapa persen dan yang tidak siap berapa persen

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/Hendri Chornelius
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sanggau yang juga Sekda Sanggau, Kukuh Triyatmaka 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU- Sekretaris Daerah Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka menyampaikan bahwa Mulai tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Sanggau akan memberlakukan tunjangan kinerja (Tukin).

Dan sebagai konsekuensinya, bagi ASN yang bolos, tidak membuat laporan dan tidak mentaati prosedur yang ada di Tukin maka akan menerima gaji pokok dan tunjangan dasar. 

"Presentasenya belum full lah,  Mungkin dari idealnya 100 persen kami baru menyiapkan 40 sampai 50 persen. Ini masih bertahap, Tapi hitungannya masih kami siapkan,"kata Kukuh Triyatmaka  kemarin.

Kukuh Triyatmaka menjelaskan, dengan diberlakukannya Tukin bagi ASN, Kinerja aparatur negara diharapkan semakin baik dalam melayani masyarakat. dan tidak ada lagi yang nongkrong di warung kopi saat jam kerja.

Baca juga: 50 Persen ASN Kerja di Rumah, PNS Keluyuran Potong Tunjangan

"Konsekuensi Tukin itu misalnya kalau kita terlambat pasti kena potong, wajib membuat laporan kinerja dihitung perharian direkap per mingguan atau perbulanan. Nanti masing-masing ditunjuk siapa yang menilai, misalnya saya yang menilai bisa Pak Bupati atau Pak Wakil Bupati. Saya menilai Asisten dan Inspektorat misalkan, nanti Asisten mengkoordinir beberapa Kepala SKPD. Nanti Kepala Dinas menilai ke bawahnya lagi secara berjenjang ya seperti itu,"jelasnya.

Kukuh menjelaskan bahwa untuk besaran pendapatan ASN jika Tukin ini diberlakukan yaitu bervariasi dan sesuai beban kerja.

"Tidak sama pendapatannya, tetapi berdasarkan ketentuan Mendagri penerimaan Tukin untuk tahun 2021 tidak boleh terlalu tinggi tapi tidak boleh lebih rendah dari tahun sebelumnya,"ujar Kukuh Triyatmaka.

"Tahun sebelumnya kita tidak melalui jalur Tukin, Tapi jalur kesejahteraan atau KS. Kalau KS dulu kan jadi hak tapi tetap ada absen juga dan tidak seketat ini, kalau Tukin nanti harus ada berbentuk laporan,"tegasnya.

Mudah-mudahan, lanjutanya, SDM kita siap."Meskipun saya agak sedikit ragu-ragu ini, yang siap berapa persen dan yang tidak siap berapa persen," pungkas Kukuh Triyatmaka.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved