Breaking News:

Citizen Reporter

Kelompok Binaan Yayasan Palung Tanam Mangrove yang Difasilitasi oleh BPDASHL

Beberapa waktu lalu dan hingga sekarang, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi Kalimantan Barat melakukan rehabi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Kelompok Binaan Yayasan Palung Tanam Mangrove yang Difasilitasi oleh BPDASHL. 

Citizen Reporter
Petrus Kanisius Yayasan Palung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Beberapa waktu lalu dan hingga sekarang, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Provinsi Kalimantan Barat melakukan rehabilitasi Mangrove di beberapa desa di Kecamatan Simpang Hilir dan Kecamatan Sukadana.

Dalam proses rehabilitasi tersebut BPDASHL salah satunya bekerjasama dengan kelompok Binaan Yayasan Palung yang terdiri dari beberapa Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) di Kecamatan Simpang Hilir dan kelompok tani Meteor Resam di Kecamatan Sukadana.

Direktur Yayasan Palung, Edi Rahman, mengatakan “Beberapa alasan mengapa rehabilitasi lahan sangat diperlukan saat ini, salah satu alasannya adalah untuk memilihara, menyelamatkan dan memulihkan/memilihara mangrove.

Pentingnya rehabilitasi lahan mangrove salah satunya tujuannya diketahui sangat besar manfaatanya bagi nelayan. Karena mangrove menjadi tempat berkembang biakan berbagai jenis ikan, udang dan tersedianya lahan mangrove untuk mencegah abrasi.

Sedangkan rehabilitasi mangrove yang kita lakukan dengan melibatkan LPHD dan Kelompok Meteor Resam dilakukan di beberapa wilayah seperti di Nipah Kuning, Pemangkat, Pulau Kumbang, Padu Banjar di Kecamatan Simpang Hilir dan di wilayah Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana.

Lebih lanjut menurut Edi, sapaan akrabnya menambahkan, beberapa wilayah yang menyiapkan lahan rehabilitasi antara lain di Nipah Kuning di lahan 5 hektar dengan bibit 25 ribu bibit.

Pemangkat 9 hektar dengan bibit 45 ribu bibit, Pulau Kumbang 16 hektar dengan bibit 80 ribu bibit, Padu Banjar 17 hektar dengan 85 ribu bibit. Selain itu ada di Wilayah Pampang Harapan 5 hektar dengan 25 ribu bibit.

Bibit-bibit tersebut ditanam dengan metode ajir (metode tanam dengan dikurung dengan kayu atau bambu).

Seperti diketahui, metode tersebut dipakai agar tanaman mangrove yang ditanam bisa aman dari terpaan gelombang.

Bibit-bibit mangrove yang telah ditanam tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab dari masing-masing LPHD dan dari kelompok tani.

Bibit-bibit mangrove tersebut merupakan bantuan dari BPDAS Provinsi Kalimantan Barat.

“Berharap tanaman mangrove yang ditanam bisa tumbuh dan dapat memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar pantai, kata Edi. (*)

Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved