Breaking News:

Sikapi Gejolak UU Cipta Kerja, Pjs Bupati Harap Sekadau Tetap Aman dan Damai

Pada kesempatan itu Pjs Bupati Sekadau, Hj. Sri Jumiadatin, menuturkan dengan maraknya sejumlah aksi yang dilakukan oleh berbagai kelompok dalam menol

Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/Marpina Sindika Wulandari
Pjs Bupati Sekadau Hj. Sri Jumiadatin saat menghadiri Deklarasi Cinta Damai bersama Forkopimda dan Ormas se-Kabupaten Sekadau, yang digelar Polres Sekadau di aula Mes Pemda Sekadau, Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Pjs Bupati Sekadau, Hj. Sri Jumiadatin hadiri Deklarasi Cinta Damai bersama Forkopimda dan Ormas se-Kabupaten Sekadau, yang digelar Polres Sekadau di aula mes Pemda Sekadau, Kalbar, Sabtu 17 Oktober 2020.

Pada kesempatan itu Pjs Bupati Sekadau, Hj. Sri Jumiadatin, menuturkan dengan maraknya sejumlah aksi yang dilakukan oleh berbagai kelompok dalam menolak UU Omnibus Low Cipta Kerja tentu menjadi kekhawatiran tersendiri, karena ada sejumlah aksi demonstrasi yang bersifat anarkis.

"Setiap orang memang punya hak menyampaikan aspirasi tapi jangan sampai disusupi aksi anarkis yang merusak fasilitas umum yang dibangun dari uang rakyat juga," ujarnya.

Baca juga: Sikapi Gejolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, Polres Sekadau Gelar Deklarasi Cinta Damai

Sri Jumiadatin mengatakan saat ini tentu masyarakat secara umum sedang menunggu turunan dari UU Omnibus Low Cipta Kerja, sehingga tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi yang diterima masyarakat.

"Harapan kita itu disosialisasikan, tidak seperti RUUnya mungkin sempat disosialisasikan pada bulan Februari, dengan asosiasi Pemerintah Kabupaten/kota tapi pada saat mau disosialisasikan pada masyarakat tidak sempat karena pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dengan adanya protap Covid-19 dapat disosialisasikan secara daring, kita tunggu saja," kata Pjs Bupati Sekadau

Sementara itu, terkait penggunaan media sosial. Pjs Bupati Sekadau juga berharap agar setiap orang tua dapat membimbing anak-anak, dalam menggunakan media sosial.

"Untuk anak-anak kita yang berkuliah dan saat ini bersama kita. Saya berharap kita dapat mengingatkan anak-anak untuk dapat memahami penggunaan media sosial yang benar. Tugas kita bersama untuk membina dan mengingatkan,' ujarnya.

Terkait pelaksanana tahapan kampanye, Pjs Bupati Sekadau mengingatkan agar masyarakat tidak menjadi Pilkada 2020 sebagai alasan untuk merusak keharmonisan dan kebersamaan masyarakat di kabupaten Sekadau.

"Hak memilih, dan berpolitik dijamin oleh negara. Tetapi tidak menjadikan kita memusuhi orang lain yang berbeda pandangan dengan kita. Sekadau hari ini mendeklarasikan diri cinta damai. Kita tidak ingin ada kekerasan diantara kita," kata Pjs Bupati Sekadau.

Sedangkan dengan adanya pandemi Covid-19, Pjs Bupati Sekadau menuturkan dampak yang dialami juga sudah besar, terlihat dengan semakin banyaknya pengangguran yang menyebabkan anak-anak muda juga semakin sulit mendapatkan pekerjaan.

"Akibat Covid-19, pengangguran semakin banyak dan kesempatan anak-anak kita untuk mendapatkan pekerjaan juga semakin sedikit. Bila daerah kita tidak aman pasti yang rugi kita sendiri," pungkasnya.

Pjs Bupati pun berharap semua pihak dapat bergandengan tangan menciptakan Kabupaten Sekadau yang aman dan damai, terlebih dalam pelaksanaan Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved