Breaking News:

Kasus Konfirmasi Covid-19, Perawat Rumah Sakit Untan Meninggal Dunia

Jadi oleh pihak RS Almarhumah dilakukan swab pada 11 Oktober dan pada 12 Oktober 2020 sudah mendapat hasil dari Laboratorium bahwa pasien dinyatakan k

TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengumumkan ada 80 kasus konfirmasi di Kalbar, Sabtu 10 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson mengumumkan pada 17 Oktober 2020 sekitar pukul 04.00 WIB telah meninggal dunia seorang perawat yang sehari-hari bertugas di ruang Intensive Care Unit (ICU) RS Untan yang sebelumnya telah dinyatakan kasus Konfirmasi Covid-19.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya perawat sempat mengeluh demam, batuk pilek , kemudian Anosmia (kehilangan penciuman).

Jadi oleh pihak RS Almarhumah dilakukan swab pada 11 Oktober dan pada 12 Oktober 2020 sudah mendapat hasil dari Laboratorium bahwa pasien dinyatakan kasus konfirmasi COVID-19 .

Harisson mengatakan karena yang bersangkutan tinggal dirumah sendiri. Maka Almh menolak anjuran untuk dilakukan Isolasi di Rusunawa.

“Selanjutnya Petugas Kesehatan memberikan obat-obat oseltamivir dan azitromycin, serta vitamin . Perkembangan pasien juga dipantau oleh Puskesmas Pal 3 Dinas Kesehatan Kota Pontianak dan juga oleh Petugas Kesehatan dari rumah sakit Untan,” ujarnya.

Baca juga: Kalbar Tambah 31 Kasus Konfirmasi Baru dan 35 Kasus Sembuh

Selama isolasi mandiri di Rumahnya Almarhumah juga sempat mengeluh sesak tapi sesak pada saat melakukan aktivitas sedangkan pada saat istirahat sesaknya berkurang.

“Memang kita sudah berkali-kali menyarankan dilakukan perawatan tapi Almarhumah tidak bersedia,” ucapnya.

Ia mengatakan sekitar pukul 10 .00 WIB kakak Almarhumah berkunjung kerumah karena memang setiap hari datang untuk berkunjung dan ternyata saat sampai dirumah ditemukan Almarhumah telah meninggal dunia yang diperkirakan meninggal pada pukul 04.00 subuh .

“Almarhumah selama ini bertugas di Ruang ICU RS Untan dan berdasarkan catatan pada kami Ruang ICU rumah sakit Tanjungpura tidak pernah merawat pasien covid-19,” ujarnya.

Ia menegaskan setelah dua hari Almarhumah terkonfirmasi baru ada pasien yang dirawat di Rumah Sakit Untan dengan kasus konfirmasi covid-19.

Jadi kemungkinan besar Almarhumah tertular di luar rumah sakit. Karena di Ruang ICU Untan sebelumnya belum pernah merawat pasien covid-19.

“Almarhumah juga mempunyai riwayat Komorbid yaitu Hipertensi , serta ada obesitas ,” ujarnya.

Harisson menambahkan Almarhumah hari ini dibawa ke ruang jenazah RSUD Soedarso untuk dilakukan pemulasaran jenazah sesuai standar protokol covid-19 dan akan dikebumikan dengan prosedur covid-19.

“Dinas Kesehatan dan Manajemen RS Untan telah melaksanakan tracing dan penatalaksanaan prosedur- prosedur sesuai standar pedoman dan SOP utk tindak lanjut dari kasus ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved