Breaking News:

Dewan Soroti Kinerja BUMD Ketapang Mandiri yang Dinilai Tak Maksimal Berikan Kontribusi ke Pemda

Ketapang Mandiri dinilai tak memberikan kontribusi maksimal bagi Pemda lantaran hanya mampu menyetorkan keuntungan dari penjualan BBM sebesar Rp 120 j

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Wakil Ketua DPRD Ketapang Mat Hoji saat menyerahkan hasil pandangan umum anggota DPRD Ketapang ke Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang yang diwakili Pj Sekda Ketapang Heronimus Tanam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dianggap tak mampu memaksimalkan pendapatan daerah, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Abdul Aen menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni Ketapamg Mandiri yang bergerak di bidang penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) Ketapang.

Ketapang Mandiri dinilai tak memberikan kontribusi maksimal bagi Pemda lantaran hanya mampu menyetorkan keuntungan dari penjualan BBM sebesar Rp 120 Juta pertahun.

"Sampai hari ini bagi hasil dari Ketapang Mandiri sangat minim untuk Pemda, bahkan untuk tahun 2021 terdata hanya Rp 120 juta, jika dibandingkan dengan SPBU lain di Ketapang pemasukan mereka rata-rata pertahun bisa Rp 500 juta, kan jauh berbeda,” kata Abdul Aen saat menyampaikan pandangan umum nota keuangan dan Raperda APBD 2021, Kamis 15 Oktober 2020.

Baca juga: Dewan Soroti Sejumlah Bidang Atas Nota Keuangan dan Raperda APBD 2021

Anggota dewan Partai Gerindra ini menilai, seharusnya Ketapang Mandiri bisa menyetor atau bagi hasil dari penjualan BBM sekitar Rp 50 sampai Rp 60 juta perbulan jika dibandingkan dengan pendapatan SPBU lain di Ketapang.

“Bahkan kalau bisa mencapai Rp 1 Miliar setiap tahun agar memberikan manfaat bagi Pemda,” jelasnya.

Untuk itu, ia mengaku guna mendongkrak pendapatan daerah khususnya dari BUMD maka DPRD akan memanggil Direktur Ketapang Mandiri untuk memberikan penjelasan kepada DPRD terkait kinerja serta bagi hasil yang dianggap masih sangat kecil.

“Perbulan yang disetor ke Pemda berarti hanya Rp 10 juta sedangkan gaji direkturnya saja perbulan belasan juta, masa gaji direktur lebih besar dari yang didapat Pemda, itu tidak masuk akal dan tidak rasional sekali, makanya akan kami panggil pihak Ketapang Mandiri secepatnya," pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved