Breaking News:

Penjelasan Rektor UPB Terkait Aspirasi Mahasiswa Tentang Pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan adalah hal yang utama untuk dijaga. Selama ini memang diakuinya, mahasiswa UPB Pontianak tak menyuarakan aspiras

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Dr. Purwanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Rektor Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Dr. Purwanto menyampaikan keinginannya agar tidak terjadi klaster baru yang muncul di kampus Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan adalah hal yang utama untuk dijaga. Selama ini memang diakuinya, mahasiswa UPB Pontianak tak menyuarakan aspirasinya kelapangan terkait disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja, namun UPB Pontianak menyampaikan melalui cara yang lebih komprehensif.

“Implikasi sangat serius, UU ini memiliki semangat untuk melakukan proses percepapatan. Menarik investasi peningkatan kesejahteraan masyarakat terutama kepada yang akan masuk ke pasar kerja seperti mahasiswa ketika lulus. Kita sangat mencermati dari sisi metodologi dan paradigmanya. Yang menjadi perdebatan panjang. Keinginan kita semua kritik yang konstruktif dalam rangka menghadirkan Undang-Undang berbasis perwujudan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat hadiri pertemuan bersama mahasiswa di gedung rektorat UPB Pontianak terkait menyarakan aspiranya tenntang pengesahan UU Omnibus Law, kamis 15 oktober 2020.

Baca juga: Netral, Ini Pernyataan Sikap Mahasiswa UPB Pontianak Terkait UU Omnibus Law dan Maraknya Berita Hoax

Maka dengan itu, semua sektor dan semua bidang harus jelas pada UU Omnibus Law Cipta Kerja itu.

“Proses izin ketenagakerjaan, dibidang investasi, proses pelaksanan, kewenangan seperti apa harus jelas. Hingga kedepan akan menyuarakan pandangannya dari mahasiswa UPB Pontianak,” ujarnya

“Kami mengapresiasi kepada mahasiswa dan kami juga memberikan keleluasaan kepada mahasiswa kepada dosen-dosennya, tentu kebebasan dan keleluasaan yang kami berikan dengan mendasarkan kepada spirit ya harus elegan, konstruktif. Seperti itu, tentang sikap mencermati dari pengesahan UU cipta kerja,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa dirinya juga sudah menyampaikan kepada seluruh elemen dan seluruh civitas akademika UPB Pontianak pelaksanaan semua aktivitas harus berpedoman kepada protokol kesehatan Covid-19.

"Itu yang paling kami utamakan, dengan mengedapankan protokol kesehatan sehingga segala kegiatan yang kerumunan dan lain sebagainya kami tiadakan,” ungkapnya.

“Dan juga mahasiswa semuanya juga sudah sepakat untuk melakukan seperti itu bahwa keselamatan dan kesehatan adalah yang utama. Kami tidak menginginkan adanya klaster UPB . Semoga covid-19 ini segera berakhir,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved