Breaking News:

Masyarakat Sintang Curhat Masalah Lingkungan Kepada Christiandy Sanjaya

Diungkapkan Johan, pada masa Covid 19 masyarakat Dusun yang terletak di Kecamatan Ketungau Hulu Sintang, harus berjuang ekstra demi kehidupan anak dan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota DPD RI, Christiandy Sanjaya mendengar aspirasi dari masyarakat yang tinggal dipedalaman Sintang, Kalbar terkait kerusakan dilingkungan dan dilema perkebunan secara daring, Kamis 15 Oktober 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara anggota DPD RI, Christiandy Sanjaya mendengar aspirasi dari masyarakat yang tinggal dipedalaman Sintang, Kalbar terkait kerusakan dilingkungan dan dilema perkebunan secara daring, Kamis 15 Oktober 2020.

Adalah Johan Sinaga, warga Dusun Mekar Jaya, Sintang, Kalbar yang curhat dan menyampaikan hal-hal tersebut kepada Christiandy Sanjaya.

Diungkapkan Johan, pada masa Covid 19 masyarakat Dusun yang terletak di Kecamatan Ketungau Hulu Sintang, harus berjuang ekstra demi kehidupan anak dan keluarga.

Kebanyakan masyarakat di Dusun tidak lagi bekerja di Perkebunan Sawit, saat ini justru pekerja dari luar daerah yang bekerja di perkebunan.

Baca juga: Christiandy Sanjaya Minta Pembinaan Umat Terus Dilakukan Dimasa Pandemi Covid-19

Selain itu, kata dia, janji perusahaan Perkebunan Sawit untuk kesejahteraan masyarakat lokal, ternyata hanya janji belaka. Fasilitas sosial seperti rumah sekolah, rumah ibadah, air bersih tempat bermain anak tidak dipenuhi. Soal CSR pun hingga kini tidak dilakukan oleh pihak perusahaan perkebunan Sawit.

Sementara berladang tidak lagi mudah dilakukan karena jika membakar lahan bisa ditangkap oleh pihak keamanan. Sebaliknya solusi atas pelarangan dari perusahaan tidak ada sama sekali, solusi dari pemerintahpun demikian halnya.

"Akibat dari keadaan ini ditambah bencana Covid 19, maka kerusakan lingkungan, tidak bisa dihindari. Ratusan mesin dompeng untuk panambangan emas datang ke dusun kami," kata Johan.

"Ancaman merkuri, kerusakan tanah-lingkungan sungguh menakutkan; terutama bagi masa depan anak cucu kami," tambahnya.

Mengenai bantuan di saat Covid, ia mengatakan jika mayoritas menerima bantuan pemerintah seperti BLT dan PKH.

Selain itu, sebagai tokoh masyarakat ia bersama tokoh lainnya berusaha mengajak anggota jemaat gereja untuk beternak, bertanam sayur.

"Saya berusaha memberi contoh. Bersyukur ada lembaga nirlaba Pusat Pelayanan Misi Terpadu (PPMT) mengajari kami bertanam sayur yang sehat atau organik, beternak hewan babi, dan ayam ras. Hasilnya kami jual ke perusahaan sawit. Namun memang kendala kami masalah permodalan, kami sulit akses modal karena kami jauh dari kota. Jalan di musim hujan rusak," terang dia.

"Oleh sebab itu kami bersyukur dapat berkomunikasi langsung dengan Pak Christiandy dan meneruskan aspirasi kami ke pusat. Kami juga berterima kasih atas bantuan lima set lampu Solar cell dari bapak untuk digunakan dalam ibadah waktu malam. Penerangan ada lampu solar Desa tapi terbatas," tambah Johan.

Atas hal itu, Christiandy mengapresiasi masukkan berharga dari Johan. Diterangkannya, masukan-masukan baik soal perkebunan maupun soal lingkungan hidup akan dibawa dalam laporan reses.

"Banyak masukan tentang maraknya penambangan yang saya terima. Mestinya soal-soal mendasar seperti ini dibicarakan dengan aparat dari tingkat desa hingga bupati," terang Christiandy. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved