Bertambah 16 Kasus Konfirmasi Baru Corona di Sintang
Menurut Sinto, pasien yang dirawat di RSUD Ade M Djoen Sintang, sebagian besar mengalami gejala ringan, seperti batuk, pilek dan hilang indra
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG -- Kembali terjadi penambahan kasus konfirmasi corona di Kabupaten Sintang.
Berdasarkan update data Dinkes Sintang per tanggal 14 Oktober 2020, pukul 20.02 WIB, terjadi penambahan 16 kasus konfirmasi baru.
Per hari ini pula, ada satu penambahan kasus sembuh.
Sehingga, total keseluruhan jumlah kasus terkonfirmasi di Kabupaten Sintang mencapai 164 kasus dan 111 sembuh.
"Total, yang sedang dirawat, 57 kasus, itu ada 2 dari Melawi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh.
Menurut Sinto, pasien yang dirawat di RSUD Ade M Djoen Sintang, sebagian besar mengalami gejala ringan, seperti batuk, pilek dan hilang indra penciuman.
"Semuanya kluster umum," katanya.
Berdasarkan update data Covid-19, Dinkes Sintang sudah melakukan pemeriksaan spesimen sebanyak 4493. Sebanyak 4282 sampel dinyatakan negatif.
Baca juga: 10 Daerah Berpotensi Zona Merah, Berikut Angka Kasus Covid-19 Tiap Daerah
Siapkan Ruang Isolasi Tambahan
Pemerintah Kabupaten Sintang, bersiap menghadapi kemungkinan terburuk lonjakan kasus konfirmasi corona.
Pelbagai skenario sudah mulai dibuat, guna antisipasi lonjakan kasus.
Dari total 71 kamar yang tersedia di RSUD Ade M Djoen Sintang, kini sudah terisi 57 orang pasien corona. 3 orang di antaranya dirawat intensif di Ruang Isolasi Khusus (RIK) dengan gejala berat.
Rabu siang, Penjabat Sementara Bupati Sintang, Florentinus Anum melihat langsung kondisi ruang isolasi pasien corona di RSUD Ade M Djoen Sintang, didampingi Satgas Pencegahan dan Penanganan Corona.
Anum juga berbincang dengan para tim medis terdiri atas dokter, perawat, dan juga menyapa pasien yang dirawat.
Kunjungan Anum ke RSUD sebagai upaya antisipasi lonjakan kasus corona. Sebab, beberapa pekan terkahir, kasus konfirmasi corona meningkat.
"Total pasien yang dirawat ada 57 orang. 54 orang dirawat di RIM dan 3 orang di RIK.
Tentu angka yang tinggi ini perlu penanganan khusus," kata Anum, Rabu 14 Oktober 2020.
Anum menyebut, trend penambahan kasus konfirmasi akhir-akhir ini meningkat karena satgas sangat masif melakukan tes swab, kepada masyarakat yang terindikasi terkonfirmasi corona, baik di tempat umum, di kluster masyarakat, di kantor pemerintah dan swasta.
Tes swab masif dilakukan supaya cepat menemukan kasus baru, agar ketika ditemukan langsung mendapat penanganan dan tingkat pencegahan maksimal dilakukan pada kontak erat terdekat.
"Jangan sampai tidak ketemu, berbahaya kalau lost kontak, orang positif berkeliaran di luar, ini masalah kesehatan masyarakat. Maka saya mengatakan masalah covid bukan masalah medis sebenarnya, sudah masalah sosial. Ketika sudah tekonfirmasi seharusnya sudah diisolasi supaya tidak menggangu masyarakat lain," beber Anum.
Baca juga: Anggota PHRI Terdampak Covid-19, Tutup Hotel dan Jual Properti
Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru, Anum menyiagakan rumah susun sebagai tempat isolasi pasien corona. Selama ini, rusun yang diresmikan sebelum corona tersebut digunakan sebagai tempat perawat untuk beristirahat.
"Saya membuat skernario penanganan covid, dengan asumsi melihat satu kemungkinan ketika nanti kasus melonjak, akan kita buka rusunawa. Fasilitasnya ada 80 bet, 3 tingkat, sangat representatif, kita lengkapi dengan fasilitas yang standar," kata Anum.
Tak hanya itu, Anum juga berencana memfungsikan gedung bandiklat dengan 30 kamar sebagai fasilitas isolasi tambahan, apabila keadaan darurat.
"Itu dipastikan kalau ada lonjakan bisa segera difungsikan. Bandiklat, 30 kamar ketika nanti dibutuhkam juga akan digungsikan kalau sudah darurat," jelas Anum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/florentinus-anum-berbincang-dengan-satgas-penanganan.jpg)