Rekrutmen Tenaga Kontrak Penanggulangan Covid-19 RSUD Sintang Sepi Peminat

Rekrutmen tahap tiga yang mendaftar perawat 5 orang, dan dokter 3 orang. (Perawat) kurang 11, yang sudah daftar baru 5,

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FILE
Rumah Sakit Rujukan RSUD Ade M Djoen Sintang 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG -  Pelamar tenaga kontrak penanggulangan Covid-19 RSUD Ade M Djoen Sintang minim peminat. Padahal, rekrutmen sudah sampai tahap III. Namun hingga rekrutmen ditutup, jumlah pelamar kurang dari kuota yang dibutuhkan.

Rekrutmen tenaga kontrak penanggulangan Covid-19 RSUD Ade M Djoen Sintang tahap III dibuka lowongan sebanyak 12 orang.

Rinciannya: Tenaga Dokter Umum satu orang, tenaga perawat (D-III), 10 orang dam tenaga pemulasaraan jenazah (SMA/SMK), Satu orang.

Baca juga: Satu Pasien Covid-19 Singkawang Meningg, 23 Pasien Lainnya Sembuh

"Rekrutmen tahap tiga yang mendaftar perawat 5 orang, dan dokter 3 orang. (Perawat) kurang 11, yang sudah daftar baru 5," kata Kasubag Hukum, Publikasi, Promosi dan Informasi RSUD Ade M Djoen Sintang, Nursyamsiah.

Pendaftaran tenaga kontrak penanggulangan Covid-19 RSUD Ade M Djoen Sintang, sudah ditutup sejak 12 Oktober 2020, kemarin.

Bagian kepegawaian RSUD Ade M Djoen Sintang sudah tiga kali membuka rekrutmen tenaga kontrak dalam rangka memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam penanggulangan wabah Covid-19.

Pada rekrutmen tahap pertama, ada 15 perawat, 1 dokter dan 4 tenaga pemulasaran jenazah. Tahap II, 4 orang perawat.

Pada tahap tiga, posisi tenaga pemulasaran jenazah kosong pelamar. Ada pun perawat, masih kuotanya belum terpenuhi.

"Ini rekrutmen yang ketiga, tapo belum begitu banyak antusiasnya," ungkapnya. "Tidak ada lagi rekrutmen tahap 4." tambah Nursyamsiah.

Nursyamsiah tidak bisa menyebut jelas faktor minimnya pelamar tenaga kontrak penanggulangan Covid-19 RSUD Ade M Djoen Sintang.

Menurutnya, tentu banyak pertimbangan dari calon pelamar sebelum memutuskan bersedia menjadi tenaga kontrak, apalagi menangani Covid-19.

"Setiap individu mempunyai alasan masing-masing untuk memilih dan mendaftar suatu pekerjaan. Untuk menjadi tim covid tentu banyak sekali pertimbangan. Kalau soal kekurangan SDM, saya rasa tidak lah. Setiap tahun berapa yang tamat dari sekolah kesehatan dan berapa yang terserap di dunia kerja," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved