Virus Corona Masuk Kalbar
BREAKING NEWS - Bertambah 81 Kasus Baru Positif Covid-19 di Kalbar Hari Ini
Sehingga dalam dua hari terakhir lonjakan kasus positif Covid-19 di Kalbar mencapai 161 kasus baru.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
Secara logika, menurutnya menyebarkan virus di ruangan dengan asap dari seseorang merokok di ruangan, maka cara terbaik mengeluarkan asap adalah dengan membuka jendela untuk mengeluarkan asap.
Dengan demikian dijelaskannya partikel aerosol covid-19 akan mudah keluar dengan sirkulasi udara yang baik ketika membuka jendela.
Hal itu dikatakannya, sesuai dengan yang sudah dilakukan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) atau badan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat menambahkan bahwa aerosol ke daftar resmi rute penularan virus corona, meskipun cara utama penyebaran virus masih melalui droplet yang dikeluarkan oleh individu yang terinfeksi..
Namun dibeberapa negara dikatakannya seperti Jerman dan negara lain yang sudah memunjukan terjadinya penurunan kasus adalah dengan memperketat upaya menghilangkan risiko penularan melalui aerosol di ruangan tertutup, yang sebelumnya di awal pandemi tidak terdapat dalam protokol kesehatan masyarakat.
"Jerman adalah salah satu negara yang mengeluarkan protokol resmi membiarkan membuat ventulasi/jendela terbuka secara teratur.
Satgas Covid-19 Jerman mensosialisasikan secara masif agar masyarakat untuk membuat ventilasi sebagai salah satu langkah yang paling murah dan paling efektif untuk menghentikan penyebaran Covid-19.
• Update Kasus Covid-19 di Sintang hingga 10 Oktober 2020
Mereka merekomendasikan resirkulasi total udara di sebuah ruangan tertutup setidaknya enam kali dalam satu jam," jelasnya.
Jika ini dilakukan, tentu menurut Dr. Malik dapat dicapai dengan sistem sirkulasi, yang sering kali dilengkapi dengan filter berteknologi tinggi yang juga membersihkan udara.
Seperti halnya yang digunakan pada kereta kecepatan tinggi atau pesawat, di mana kualitas udaranya sangat baik.
Hasil penelitian Adip dan teman-teman lainnya pada tahun 2019 di Poltekkes Kemenkes Pontianak, lanjut Dr. Malik, sudah melakukan uji coba pembersihan udara ruang be-AC dengan menggunakan penyedot udara dengan Exhaust fan yang menunjukan hasilnya secara signifikan (p:0,000) dapat menurunkan kadar kasad renik berupa bakteri mencapai NAB(700 CFU/M3) selama 120 menit dan koloni jamur mencapai nilai NAB(1000 CFU/M3) yang hanya memerlukan 30 menit saja.
"Meskipun tidak secara khusus mengukur keberadaan Covid-19, namun hal ini membuktikan bahwa kebaradaan jasad renik secara aerosol di ruang ber AC, serta dapat diturunkan dengan penggunaan Exhaust fan," kata Malik.
Oleh karenanya pusat Pengendalian Penyakit Amerika Centers for Disease Control (CDC) memperbarui panduan pencegahan Covid-19 di area tertutup.
Hal inilah dikatakannya yang menjadi cara efektif mencegah terjadinya penularan di kalstar perkantoran.
Ia pun menyarankan agar pencegahan penularan Covid-19 di perkantoran adalah dilakukan dengan cara beberapa poin berikut ini.
Pertama menggunakan penyedot udara (Exhaust fan) secara berkala untuk membersihkan/menyedot udara ke luar ruangan sebanyak mungkin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/harisson-mengumumkan-ada-80-kasus-konfirmasi.jpg)