Breaking News:

Proses Hukum Kasus Pemukulan Anak Terhadap Ayah Kandung Dihentikan, Ini Harapan Abdul Rahim

Abdul Rahim menegaskan bahwa perlakuan anak terhadap orangtua tersebut merupakan suatu tindakan yang kurang baik.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim SH 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU-Terkait dengan kasus pemukulan seorang anak inisial YD terhadap ayah kandungnya YG yang terjadi di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Ketua Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim menyampaikan bahwa Keputusan pihak Kejaksaan sudah tepat sesuai ketentuan aturan yang berlaku, namun jangan sampai hal ini juga disalahartikan oleh para pelaku. Seperti diketahui kasus tersebut dihentikan proses hukumnya.

"Ini adalah pelajaran bagi kita semua untuk tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga," kata Andul Rahim, Rabu 7 Oktober 2020.

Abdul Rahim menegaskan bahwa perlakuan anak terhadap orangtua tersebut merupakan suatu tindakan yang kurang baik.

Proses Hukum Kasus Pemukulan Anak Terhadap Ayah Kandung Dihentikan, Ini Penjelasan Kajari Sanggau

"Dan tidak patut untuk ditiru oleh Anak-anak lain, Karena bagaimana pun orang tua adalah orang yang telah membesarkan anak dan memberi pendidikan yang layak. Sebagai anak haruslah hormat terhadap orang tua,"tegas Abdul Rahim.

Dikatakannya kejadian ini sebagai pelajaran untuk semua komponen keluarga untuk tidak mudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga.

"Karena apabila ini dilakukan konsekuensi hukumnya ada. Komunikasi antar anak dan orang tua harus tetap terjalin, sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi,"pungkas Abdul Rahim.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved