Breaking News:

Amien Rais Bentuk Partai Ummat, Begini Analisa Pengamat Politik Untan Pontianak

Termasuk, meningkatkan kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia karena umat muslim memang umat yang cukup dominan di NKRI.

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Zulkifli
IST / Yulius Yohanes
Pengamat Politik Untan, Dr. Yulius Yohanes . 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik FISIP Untan, Dr. Yulius Yohanes, M.Si menilai membangun partai baru seperti besutan Amien Rais yakni Partai Ummat bukanlah hal yang mudah.

Menurutnya di era demokrasi sekarang ini khususnya dalam dunia politik dengan regulasi atau undang-undang pemilu tetap membuka peluang bagi warga negara untuk berjuang membangun partai baru.

Tentu banyak hal yang menyebabkan partai baru ini muncul, yang rata-rata dari orang yang pernah pendiri suatu partai politik bukan orang baru dan tidak asing lagi di dunia politik.

Hal ini disebabkan karena faktor kekecewaan atau karena ditinggalkan partai, bahkan karena tidak sejalan dengan visi dan misi dan program kerja partai.

"Seorang tokoh Muhamadiyah dan tokoh pendiri PAN yang cukup populer di era reformasi Amien Rais misalnya, mendirikan kembali partai baru dengan nama Partai Ummat dimaksudkan untuk mewujudkan harapan dan cita-cita umat," katanya

Kader Bakal Gabung Partai Baru Amien Rais, DPW PAN Kalbar Angkat Suara

Termasuk, meningkatkan kesejahteraan masyarakat bangsa Indonesia karena umat muslim memang umat yang cukup dominan di NKRI.

"Namun membangun partai baru di dunia politik bukan pekerjaan yang mudah dan ringan, di antaranya ialah untuk menyakinkan pemilih karena kita tahu umat muslim memang mayoritas,  tetapi mereka memiliki pilihan masing-masing baik partai politik yang ada maupun dari tokoh yang mereka kagumi," ujarnya 

Apalagi di dalam kelompok umat ada yang nasionalis misalnya dari NU dan tidak sedikit pula dari kelompok Muhammadiyah. 

Menurutnya Partai Ummat yang didirikan juga mungkin akan mengalami hambatan karena sosok Amien Rais sudah kurang populer lagi di mata masyarakat karena banyak manuver politik dan kritik yang tajam ke pemerintah.

Tentu ada kelompok yang mendukung dari gerakkan partai baru Ummat yang didirikan, termasuk orang-orang lama dan pendukung di PAN yang merasa kecewa.

"Oleh karena itu memang apapun bentuk partai baru dalam perjuangan partai  tidak cukup partai yang di bangun muatannya berkiblat agama saja, karena masyarakat pendukung di era millenial ini cukup rasional dan objektif," katanya

Menurutnya memenuhi janji politik untuk meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat secara berkeadilan itu yang harus utama.

Partai politik yang baru harus bisa membangun kepercayaan dengan membuat komitmen yang kuat untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.

Introspeksi diri dan mendengar suara  kepentingan masyarakat termasuk umat menjadi penting untuk memperbaiki dari kekeliruan masa lalu guna kemajuan partai. 
 

--

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved