Breaking News:

Wakil Ketua DPRD Kalbar Sebut Sanksi Gubernur Terhadap Maskapai Sebagai Upaya Menjaga Daerah

Suriansyah mengatakan satu diantaranya pada Pergub tersebut yang dilarang adalah Maskapai tidak boleh membawa penumpang karena ditemukan penumpang pos

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah. -- 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Dewan DPRD Provinsi Kalbar, Suriansyah mengatakan bahwa sanksi yang tercantuk dalam Pergub No.110 Tahun 2020 merupakan upaya Gubernur Kalbar untuk menjaga Daerah Kalbar.

Suriansyah mengatakan satu diantaranya pada Pergub tersebut yang dilarang adalah Maskapai tidak boleh membawa penumpang karena ditemukan penumpang positif pada pesawat tersebut.

Sehingga pihak Maskapai diberi sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi ranah Gubernur adalah melarang maskapai membawa penumpang karena ditemukan kasus positif Covid-19. Ini merupakan usaha Gubernur Kalbar untuk menscreaning secara dini mulai dari pintu masuk agar Kalbar tidak terlalu tinggi penyebaran virus covid-19 ,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat 2 Oktober 2020.

Ia berharap ada usaha lebih dari setiap maskapai untuk memperhatikan protokol kesehatan terutama untuk pemeriksaan penumpang yang akan terbang harus sudah bebas dari covid-19.

Tekan Penyebaran Kasus Covid-19, Dishub Kalbar Gelar Giat Gabungan di Bandara Supadio

“Kita mengharapkan maskapai memperhatikan hal itu karena kalau tidak maka makin parah lagi penyebaran covid-19,” ucapnya.

Ia mengatakan seharusnya semua pihak memaklumi sebab hal tersebut merupakan usaha untuk menghindari penyebaran virus covid-19 yang harus dilakukan bersama.

Hal lain yang harus diperhatikan juga oleh maskapai adalah ketentuan dari Kemenhub bahwa maskapai hanya boleh mengangkut 50 persen penumpang dari kursi yang ada.

“Ternyata sepertinya hanya Garuda saja yang patuh. Apabila ini terjadi tentu menjadi pelanggaran yang telah diatur oleh Menhub,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji menjelaskan apabila sudah 10 hari masa sanksi maka maskapai yang disanksi sudah bisa membawa penumpang lagi.

“Saya ingatkan kalau didapat ada penumpang yang positif lagi, saya akan sanksi lebih berat, termasuk membawa penumpang dengan mengesampingkan ketentuan Kemenhub tentang kapasitas setiap penerbangan, “ujarnya.

Ia mengatakan Pemprov Kalbar untuk penjagaan atau pengamanan pada pintu masuk melalui jalur udara terus diperketat.

Peringatan tidak hanya diberikan kepada pihak maskapai saja agar mematui peraturan yang telah ditetapkan. Akan tetapi para perusahaan juga diberikan peringatan oleh Gubernur Kalbar.

Secara tegas dirinya menyatakan tidak hanya Maskapai , tetapi apabila ditemukan penumpang positif yang merupakan pekerja dari sebuah perusahaan dan kedatangan ke Kalbar untuk bekerja.

Maka perusahaan tersebut juga akan diberikan sanksi atau denda. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved