Utamakan Keterbukaan dan Kejujuran, KPJ Kembang Pete Tetap Solid Terus Berkarya
Nama komunitas itu telah banyak dikenal orang, bahkan penampilan mereka begitu apik membawakan lagu kebanggaan dari miliknya Iwan Fals serta lagu bala
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bermula dari kegemaran terhadap musisi yang sama, yakni Iwan Fals. Para pemuda inipun berinisiatif membentuk Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kembang Pete di Pontianak, Kalimantan Barat.
Memiliki nama unik, Kembang Pete merupakan nama sebuah lagu dari album pertama KPJ dan pusatnya berada di Jakarta.
Nama komunitas itu telah banyak dikenal orang, bahkan penampilan mereka begitu apik membawakan lagu kebanggaan dari miliknya Iwan Fals serta lagu balada lainnya.
Personil KPJ Kembang Pete sendiri terdiri dari Oi, Yongki, Aan, Tomex dan Jejen. Kini kelimanya hadir dalam program Tripon Cast bebincang seputar komunitas di Studio Tribun Pontianak, Minggu (27/9/2020).
Tak hanya sekadar berbincang-bincang, di sesi podcast kali ini, KPJ Kembang Pete turut m menyanyikan beberapa lagu kebanggaan milik Iwan Fals. Suasana berbeda begitu terlihat, dan suara alunan musik pun bergema di ruangan tersebut.
Kapten KPJ Kembang Pete, Oi mengungkapkan komunitas ini lebih kurang 20 tahun terbentuk di Pontianak, dan sering mengcover lagu-lagu dari musisi legend Indonesia itu.
Dalam merajut komunitas ini, banyak pengalaman yang telah dilalui. Namun, Oi menuturkan selama ini kiprah perjalanan KPJ Kembang Pete banyak dilalui dengan penuh suka cita.
• Komunitas Berbagi untuk Kucing Jalanan Pontianak Aktif Menyelamatkan Kucing Terlantar
"Kami banyak di undang manggung, di cafe hingga acara wedding. Bahkan dari teman-teman di luar kota juga mengundang kami tampil. Selain lagu Iwan Fals, kami juga menyanyikan lagu-lagu balada," ungkapnya kepada host Tripon Cast.
Bisa tetap eksis hingga saat ini, KPJ Kembang Pete tentunya memiliki motivasi tersendiri. Selain didasari rasa suka terhadap penyanyi yang sama, rasa kekeluargaan pun hadir mewarnai perjalanan KPJ Kembang Pete di belantara musik Pontianak.
Bahkan, jika ada anak muda hendak bergabung, baik dari kalangan mahasiswa ataupun lainnya. Komunitas ini sangat terbuka dan mengajak untuk datang ke basecamp yang terletak di Kopiteh Garden Cafe Pontianak.
"Kadang dalam sebulan bisa beberapa kali latihan, mulai dari menentukan lagu dan lain sebagainya. Kamipun biasanya kumpulnya malam Sabtu dan malam minggu. Namun, jika hari-hari lain dibutuhkan untuk latihan, kami tetap kumpul," jelasnya.
KPJ Kembang Pete inipun, biasanya saat tampil bernyanyi membawakan berbagai jenis musik, seperti akustik hingga rock dengan formasi full band.
"Tentunya, kami tetap di jalurnya lagu-lagu balada Iwan Fals. Paling sering manggung nyanyiin lagu bento dan bongkar, ini yang paling sering diminta," bebernya.
Selain itu, saat disinggung agar tetap solid untuk terus berkarya di belantara musik, KPJ Kembang Pete menyatakan pola komunikasi serta rasa kekeluargaan harus tetap terjalin, karena itu adalah kunci kekompakan maupun kebersamaan.
"Rasa kekeluargaan kami utamakan, jika ada persoalan, tentu akan kami diskusikan bersama dan dicari solusi terbaiknya. Prinsipnya adalah keterbukaan dan kejujuran," imbuhnya.
Di samping itu, ada keinginan yang terbesit dari KPJ Kembang Pete, yakni menciptakan lagu hasil karya mereka sendiri. Meskipun demikian, satu di antara personilnya, telah ada yang menciptakan sebuah lagu. Dan diharapkan karya tersebut dapat terus berkembang.
Pada fase new normal ini, KPJ Kembang Pete tidak membatasi diri untuk berkumpul. Akan tetapi, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Seperti wajib mengenakan masker, jaga jarak serta mencuci tangan.
"Pastinya tetap menjalankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan. Wajib menggunakan masker serta protokol kesehatan lainnya," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kpj-kembang-pete.jpg)