Breaking News:

Gelar Pemeriksaan, Satgas Pamtas Yonif 642 Amankan Sindikat PMI Ilegal

Selain itu Satgas Pamtas juga mengamankan 2 pelaku yang memiliki peranan berbeda dari sindikat pengiriman TKI ilegal tersebut. Hal ini disampaikan Kap

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Empat Orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural yang akan bekerja ke Malaysia yang diamankan Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas di Pos Kotis Gabma Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU-Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas mengamankan 4 Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non Prosedural yang akan bekerja ke Malaysia di Pos Kotis Gabma Entikong, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Jumat (25/9/2020).

Selain itu Satgas Pamtas juga mengamankan 2 pelaku yang memiliki peranan berbeda dari sindikat pengiriman TKI ilegal tersebut. Hal ini disampaikan Kapendam XII/Tanjungpura, Kolonel Inf Aulia Fahmi Dalimunthe.

Kapendam menjelaskan bahwa, hal ini bermula dari pada Jumat 25 September 2020 pukul 02.30 Wib personel Pos Pamtas Balai Karangan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melewati pos. Pemeriksaan ini dilakukan sesuai Protap pengamanan perbatasan.

"Satgas melakukan pemeriksaan terhadap 1 unit kendaraan minibus Toyota Avanza warna hitam. Saat dilaksanakan pemeriksaan didapati sopir dan 4 penumpang mencurigakan,"katanya melalui rilisnya, Minggu (27/9/2020).

242 Pekerja Migran Indonesia Dideportasi Lewat Entikong, Ini Penjelasan BP2MI Entikong

Selanjutnya sesuai dengan perintah Dansatgas Pamtas Yonif 642/Kps, Letkol Inf Alim Mustofa, Sopir berikut kendaraan serta penumpang diamankan di Pos Kotis Gabma Entikong untuk dilakukan pendalaman.

"Dari hasil pemeriksaan diketahui keempat penumpang berinisial LMA (25), AS (15),SH (20) dan MR (17) mengaku berasal dari daerah Lombok. Mereka akan masuk ke wilayah Malaysia melalui jalur tidak resmi untuk bekerja di daerah Malaysia,"katanya.

Sedangkan sopir diketahui inisial TF (37) asal Mempawah mengaku berperan sebagai sopir yang mengantarkan dari Bandara Supadio ke Entikong. Hal ini sudah beberapa kali dilakukannya, Dari setiap kali mengantar mendapat imbalan sebesar Rp 250 ribu rupiah tiap orang dari calo di Balai Karangan.

"Keempatnya mengaku direkrut oleh calo di Lombok mereka dijanjikan dapat bekerja di Malaysia dengan biaya dibayarkan oleh calo PMI Non Prosedural yang menerima di Malaysia,"ujarnya.

Selanjutnya kata Kapendam, Satgas Pamtas terus melakukan pendalaman, keempatnya akhirnya mengakui bahwa setibanya di Entikong mereka akan ditampung oleh calo inisial S (42) warga Lombok yang tinggal di Balai Karangan.

"Calo S ini berperan menampung dan memasukan para PMI Non Prosedural ke wilayah Malaysia melalui jalur tidak resmi,"katanya.

Selanjutnya Satgas Pamtas menghubungi S untuk datang ke Pos Kotis Entikong, untuk dilakukan pemeriksaan. Dari pemeriksaan diketahui S berperan sebagai orang yang mengurus para PMI selama di Entikong.

"Saudara S sebelumnya mendapat tugas dari seseorang di wilayah Serian, Malaysia untuk mengurus 4 orang tersebut selama di Entikong. Dia menerima uang sebesar Rp 17 juta rupiah dari perannya tersebut. Dia juga mengakui ini bukan yang pertama kalinya, namun sudah sering,"ujarnya.

Dikatakanya, Para calon PMI dan Calo beserta barang bukti malam ini diserahkan ke Polsek Beduai oleh Satgas Pamtas untuk dilaksanakan proses pemeriksaan lebih lanjut. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved