Oknum Polisi Mengaku Khilaf Setubuhi Gadis Pelanggar Lalu Lintas

Dijelaskannya, Penetapan ini sendiri dilakukan setelah pihak kepolisian mendapati 2 alat bukti yang sah atas laporan dugaan pencabulan tersebut.

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Langkah tegas ditunjukkan pihak kepolisian terhadap anggotanya yang telah melakukan perbuatan melanggar hukum. 

Oknum anggota kepolisian dari Satlantas Polresta Pontianak berinisial D ditetapkan sebagai tersangka.

D sebelumnya dilaporkan atas dugaan pencabulan anak di bawah umur. 

Hal ini di sampaikan langsung oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Komarudin kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Mapolresta Pontianak, Senin (21/9/2020).

"Dari keterangan hasil visum ditemukan bukti bahwa benar telah terjadi persetubuhan."

"Oleh karenanya, pada hari ini, status terlapor, kita tetapkan, naikkan menjadi tersangka, setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan pelanggaran kode etik profesi," jelas Kapolresta.

Dijelaskannya, Penetapan ini sendiri dilakukan setelah pihak kepolisian mendapati 2 alat bukti yang sah atas laporan dugaan pencabulan tersebut.

"Sesuai dengan ketentuan perundangan - undangan, kita membutuhkan 2 alat bukti yang sah, selain dari keterangan korban."

"Karena dalam kasus ini tidak ada saksi lain, makanya kita menunggu hasil visum untuk menguatkan penetapan tersangka," jelas Komarudin.

Dari hasil pemeriksaan, pihaknya tidak menemui adanya unsur kekerasan dalam hal ini.

Nantinya seluruh hasil visum akan dituangkan saat proses persidangan.

Kemudian, terkait adanya informasi bahwa korban sempat diberikan minuman yang membuatnya tak sadarkan diri.

Kapolresta mengatakan bahwa pihaknya tidak menemukan adanya fakta tersebut.

Dari hasil pemeriksaan bahwa minuman tersebut merupakan minuman yang memang ada di kamar hotel tersebut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved