Ita Nurcholifah Sarankan Pelaksanaan Kulminasi Matahari Via Virtual

Hal yang dapat dilakukan untuk itu adalah dengan membuat siaran langsung (Live Broadcast).

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Satu diantara Akademisi IAIN Pontianak, Ita Nurcholifah, S.EI., MM. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara Akademisi IAIN Pontianak, Ita Nurcholifah, S.EI., MM menyarankan agar pelaksanaan kulminasi matahari yang menjadi satu diantara destinasi wisata di Pontianak dapat disiarkan via online atau virtual.

Terlebih memang menjadi agenda alamiah, khususnya di lintasan Garis Khatulistiwa Kota Pontianak terwujudnya dua kali momentum Kulminasi Matahari, yakni di Bulan Maret tanggal 21-23 dan September juga di tanggal 21-23.

Tidak banyak tempat di jagad raya ini manusia bisa menyaksikan peristiwa keunikan alamiah ini.

Peringatan Kulminasi Matahari di Pontianak Dibatalkan Demi Cegah Penyebaran Virus Corona

Dan salah satu tempat yang paling direkomendasikan untuk menyaksikan hal tersebut adalah di lokasi Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak. 

Terjadi peristiwa yang langka dimana pada pukul 12.00 WIB kita tidak bisa melihat bayangan benda dan pada waktu yang sama juga kita bisa menyaksikan telur unggas yang bisa kita dirikan dan wujudnya juga tak memiliki bayangan di waktu itu.

"Peristiwa menarik ini, sejatinya dapat menjadi destinasi wisata yang dapat dijual kepada para wisatawan dan juga ilmuan yang tertarik ingin menyaksikan peristiwa tersebut secara langsung di tengah arena Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak. 

Tapi karena saat ini terjadi Pandemi Covid 19 yang melanda seluruh dunia, menimbulkan kekhawatiran bari para wisatawan untuk berkunjung menyaksikan destinasi alamiah kulminasi Matari tersebut," kata Ita Nurcholifah, Minggu (20/9/2020).

Menurutnya, ada beberapa hal yang dapat mensiasati kondisi Pandemi ini agar khalayak yang penasaran akan suasana Kulminasi Matahari tersebut dapat di ikuti secara live pula. 

Hal yang dapat dilakukan untuk itu adalah dengan membuat siaran langsung (Live Broadcast). 

"Upaya ini adalah satu hal yang juga dapat di jual kepada dunia sehingga semua orang di dunia ini bisa mengobati hajat penasarannya melalui tayangan langsung yang dapat mereka saksikan di Youtube maupun sarana IT yang lain yang dapat menyambungkan acara siaran langsung peristiwa Kulminasi Matahari tersebut," papar Ita Nurcholifah.

Edi Kamtono : Kulminasi Matahari Berkah bagi Pontianak

Semakin indahnya penayangan Live Broadcast tersebu, kata dia, tentu akan semakin memuaskan para memerhati tayangan Kulminasi Matahari di Tugu Khatulistiwa Pontianak. 

Dan momentum Kulminasi Matahari tersebut tetap akan menjadi agenda yang tak pernah terlupakan bagi para penyaksi peristiwa alam tersebut walau secara virtual. 

"Selanjutnya yang kita harapkan bersama ketika masa Pandemi Covid 19 ini berakhir dan kehidupan kembali normal tanpa adanya gangguan kesehatan bagi para wisatawan baik lokal maupun internasional, maka orang akan banyak membanjiri lokasi Tugu Khatulistiwa Kota Pontianak untuk kembali menyaksikan peristiwa Kulminasi Matahari secara langsung dengan mendatangi areal Tugu Khatulistiwa tersebut," papar Ita Nurcholifah.

Dengan ramainya para wisatawan yang akan menyaksikan destinasi alamiah tersebut tentu dengan sendirinya dapat menggerakkan sektor UMKM, khususnya para penjual jajanan maupun Souvernir khas Kota Pontianak. 

Selain itu juga dapat menggairahkan kembali sektor Tranportasi dan juga perhotelan yang selama ini telah mati suri akibat Pandemi Covid 19 yang membuat Indonesia di lock down dunia luar.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved