Jangan Sepelekan Masalah Pada Ginjal

Sedangkan gagal ginjal adalah tahap paling akhir dan paling buruk dari penyakit ginjal kronis, oleh karena itu, disebut gagal ginjal.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Triponcast edisi Bebincang Sehat bersama Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, yang membahas masalah seputar ginjal, Jumat (18/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penyakit gagal ginjal merupakan penyakit berbahaya lho Tribuners, penyakit yang menyerang fungsi ginjal ini dapat berakibat fatal jika gejala yang muncul diabaikan atau diacuhkan. Oleh karena itu, dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang Sehat, Dokter Muda Pontianak, Eric Herrianto Dwiputra Sked, menyampaikan gejala-gejala dan mengupas tuntas mengenai gagal ginjal ini, Jumat (18/9/2020).

Sebelum masuk lebih jauh mengenai gagal ginjal, perlu diketahui terlebih dahulu mengenai penyakit ginjal kronis. Ia menyebutkan jika penyakit ginjal kronis (PGK) adalah kerusakan struktur maupun fungsi dari ginjal, yang telah ada selama lebih dari 3 bulan, dan memengaruhi kesehatan.

Sedangkan gagal ginjal adalah tahap paling akhir dan paling buruk dari penyakit ginjal kronis, oleh karena itu, disebut gagal ginjal.

"Ginjal berfungsi untuk mengatur cairan, ion-ion dan asam-basa, mengeluarkan sampah dan racun, membantu produksi sel darah merah dan lain-lain. Kalau sampai ginjal mengalami “kegagalan” otomatis fungsi-fungsinya tidak akan berjalan dengan baik," jelasnya.

Dalam artikel yang ditulisnya bersama Dokter Pontianak, dr Chelwy JoycestioVrixander, terdapat beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang terkena penyakit gagal ginjal. Satu di antaranya adalah pola makan yang kurang sehat, dan pada akhirnya berujung pada obesitas, lalu penyakit diabetes, penyakit hipertensi, asam urat serta kolesterol yang tinggi.

Selain itu, Tribuners juga perlu mengetahui jika sumbatan pada saluran kemih yang berujung pada infeksi ginjal, serta usia tua juga turut merupakan faktor risiko penyakit gagal ginjal.

KENALI Gejala Utama Sistem Imun Tubuh yang Mulai Melemah, Kunci Sehat Dimasa Pandemi

Perlu diingat pula jika pasien dengan penyakit ginjal kronis stadium I-III sering tak memiliki gejala. Gejala cenderung muncul jelas pada stadium IV, seperti banyak berkemih, darah dalam air seni, mual dan muntah serta bengkak, terutama pada kaki dan pergelangan kaki, serta bengkak pada kelopak mata waktu bangun tidur pagi hari. Tidak jarang juga PGK menyebabkan bengkak pada paru (paru terendam air), hipertensi, dan gejala-gejala komplikasi lainnya.

"Jika penyakit gagal ginjal dapat dikenali secara dini, maka penyakit gagal ginjal ini tentu saja dapat segera ditangani, dan pengobatan pun dapat segera dimulai, dengan demikian komplikasi akibat penyakit ini dapat dicegah lebih lanjut," ungkapnya.

Oleh karena itu, pemeriksaan fungsi ginjal sangat penting dilakukan demi mengidentifikasi adanya penyakit ginjal sedini mungkin agar dapat ditangani dengan efektif. Selain itu, pasien juga mungkin akan diminta untuk pemeriksaan yang lain dengan tujuan mencari komplikasi-komplikasi yang mungkin sudah muncul akibat dari PGK.

"Untuk mengetahui penurunan fungsi ginjal, dapat dilakukan pemeriksaan darah dan urin. Juga dapat melakukan pemeriksaan radiologi untuk menentukan apakah ada abnormalitas ginjal secara struktural," ungkapnya.

Penyakit ginjal kronis merupakan penyakit yang progresif yang artinya akan memburuk seiring berjalannya waktu. Sedangkan terapi pada PGK bertujuan untuk menghambat atau setidaknya memperlambat progresivitas tersebut seperti memperbaiki faktor-faktor yang masih dapat diperbaiki. Pada gagal ginjal yang terlanjur parah, mungkin diperlukan cuci darah atau yang biasa disebut hemodialisis maupun transplantasi ginjal. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved