Breaking News:

Lalai Jalankan Tugas, DKPP Bisa Berhentikan Penyelenggara Pemilu

Dan Didik juga menuturkan, terkait gugatan yang disampaikan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Yasir Anshari-Budi Matheus. Langkah Bapaslon

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Didik Supriyanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) tegaskan Semua penyelenggara Pemilu yang lalai dalam menjalankan tugas, dan bersikap tidak profesional dipastikan akan diberhentikan.

Hal itu ditegaskan Anggota Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, Didik Supriyanto yang menyatakan Sanksi terberat bagi penyelenggara pilkada dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni pemecatan atau pemberhentian.

" Itu sesuai ranah tugas kami secara etik, dan hukum jadi kewenangan Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu," katanya pada Selasa (15/9/2020) kemarin malam.

Dan Didik juga menuturkan, terkait gugatan yang disampaikan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Perseorangan Yasir Anshari-Budi Matheus. Langkah Bapaslon Perseorangan di Pilkada Ketapang ini sementara tertahan, karena KPU dan Bawaslu setempat menilai jumlah dukungan mereka tidak memenuhi persyaratan.

Permohonan Ditolak Bawaslu, Bapaslon Perseorangan Yasir-Budi akan Bawa Persoalan ke PTUN dan DKPP

Dan kemudian Didik mengatakan kelalaian penyelenggara Pemilu antara lain tidak melakukan verifikasi faktual terhadap bukti dukungan bagi Bapaslon Perseorangan di Pilkada 2020. Sedangkan sikap tidak profesional dapat berupa tidak melayani para Bapaslon secara optimal.

" langkah tegas dapat diambil, karena kelalaian KPU telah berakibat fatal kepada para Bapaslon Perseorangan. Sehingga terhambat mengikuti tahapan Pilkada 2020. Sanksi paling ringan, yaitu peringatan biasa ke penyelenggara pemilu."tuturnya

Selain itu, Didik mengimbau, semua Bapaslon Perseorangan yang merasa dirugikan KPU di daerah, agar mempersiapkan barang bukti. "Silakan tunjukkan sejumlah bukti yang kuat, misalkan video, tangkapan layar atau screenshot, serta para saksi. Nanti di persidangan terbuka bisa adu data dengan KPU," urainya.

Didik menyatakan, selama ini memang dalam sejumlah persidangan di DKPP, pihak Bawaslu selalu membela KPU. Namun, ia berjanji, pihaknya akan bersikap terbuka dalam setiap proses persidangan nanti. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved