Breaking News:

Balitbang Kalbar Kembangkan Aplikasi Pelayanan Informasi Berbasis Data Geospasial

Dia juga mengatakan bahwa program tersebut diciptakan karena berangkat dari inovasi teknologi terkait revolusi industri 4.0.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani saat ditemui di Ruang Kerjanya, Kamis (17/9/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Kalimantan Barat saat ini tengah mengembangkan aplikasi Khatulistiwa One Map (KOM) yang merupakan sebuah program pelayanan informasi berbasis data geospasial.

Kepala Balitbang Provinsi Kalbar, Herkulana Mekarryani mengatakan bahwa program tersebut dibuat beradasarkan sinergitas ekosistem inovasi berbentuk triple helix yang menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi saat ini.

Dia juga mengatakan bahwa program tersebut diciptakan karena berangkat dari inovasi teknologi terkait revolusi industri 4.0.

“Sehingga ini (KOM) dikembangkan lagi oleh tim dari bidang inovasi dan teknologi Balitbang Kalbar bersama ahli dan pakar sistem informasi dari Universitas Tanjungpura, serta para professional yang tergabung dalam komunitas di Kalbar, yakni Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) dan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Kalbar,” ujarnya , Kamis (17/9/2020).

Herkulana juga mengungkapkan kondisi ideal yang ingin dicapai Balitbang Provinsi Kalbar dalam memberikan pelayanan data dan informasi kelitbangan terkait data kewilayahan adalah dengan mengembangkan program aplikasi sistem informasi geografis yang terkini dan cepat.

Penumpang Pesawat Positif Covid-19 yang Sempat Kabur Kini Telah di Isolasi di Rusunawa Pontianak

Tentunya dalam hal ini, sambung dia, kedepan bisa dilakukan menggunakan aplikasi KOM yang dapat menyajikan data berbasis data dan informasi geospasial Provinsi Kalbar.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa aplikasi KOM ini dibuat dalam rangka mengimplementasikan program Gubernur Kalbar terkait dengan kebijakan satu data dan satu peta.

“Sehingga diharapkan kedepan segala kebijakan tidak terjadi bias data maupun informasi,” katanya.

Disisi lain, hal ini dilakukan guna menyikapi perkembangan revolusi industri 4.0 yang ditandai dengan mulai dimanfaatkannya teknologi informasi serta inovasi-inovasi iptek yang baru.

Dengan tersedianya inovasi pelayanan publik berupa program aplikasi berbasis data geospasial yang terhubung secara online tersebut kedepannya kita yaknin ini dapat berguna untuk banyak pihak.

“Misalkan apabila ada peneliti atau masyarakat umum yang memerlukan informasi terkait data kewilayahan seperti objek penelitian, posisi suatu lokasi, wilayah perizinan, kawasan hutan, tataguna lahan, jenis tanah atau hal-hal lain yang dipakai untuk mendukung kegiatan kelitbangan,” terangnya.

Termasuk diantaranya, aplikasi ini bisa dimanfaatkan dalam melakukan perencanaan pembangunan, penelitian akademisi, hingga dunia usaha dalam menentukan informasi lahan maupun informasi lainnya agar tidak terjadi overlapping ataupun konflik di masa yang akan datang.

Dia melanjutkan, penggunaan aplikasi berbasis data geospasial ini juga diharap mampu digunakan untuk pengendalian banjir seperti yang tengah melanda di beberapa daerah di Kalbar saat ini.

Dimana dengan menggunakan data tersebut, nantinya dapat dipantau daerah-daerah mana saja yang menjadi wilayah rentan banjir. Sehingga ini bisa berguna agar didaerah yang masuk kategori rawan banjir tersebut nantinya bisa sesegera mungkin diambil kebijakan.

“Misalnya di daerah yang rentan banjir itu akan kita buat catchmen area untuk tangkapan air sehingga nantinya saat musim kemarau tiba, air yang kita tangkap atau tamping sebelumnya itu bisa kita lepas. Ini yang menjadi salah satu yang kita harapkan dengan memanfaatkan data geospasial yang kita miliki saat ini,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved