Peserta di Ketapang Akui Kesulitan Menjawab Soal SKB CPNS 2019
Ia mengaku kalau soal-soal pada ujian SKB kali ini lebih sulit dibandingkan dengan soal pada tes SKD sebelumnya.
Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sejumlah peserta yang mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) penerima CPNS tahun 2019 di Ketapang mengakui kesulitan dalam menjawab soal-soal yang diberikan oleh panitia.
Bahkan mereka mengaku soal-soal dalam ujian SKB lebih sulit dibandingkan dengan soal-soal pada Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diikuti oleh mereka sebelumnya.
Satu diantara peserta Fudsin Sumandi (32) mengakui kesulitan saat mengerjakan soal-soal.
Menurutnya soal yang diberikan terlalu panjang sehingga membuat dirinya sempat kewalahan.
"Ini jelas lebih sulit daripada SKD. Soalnya panjang-panjang.
Ditambah ada seratus soal yang dikerjakan dalam waktu 90 menit.
Saya rasa waktu itu tidak cukup segitu," kata Fudsin yang mengambil formasi guru kelas SD di Kecamatan Sandai, Selasa (15/9/2020).

• Empat Peserta Tak Hadir Pada Hari Pertama Pelaksanaan SKB CPNS di Ketapang
Namun diakui pria yang baru pertama kali mengikuti seleksi penerimaan CPNS ini, dirinya optimis dapat lolos menyingkirkan pesaingnya yang juga mengambil formasi yang sama.
"Tidak ada persiapan khusus.
Saya cuma banyak bertanya kepada yang sudah pengalaman saja. Lolos sih optimis pasti," ujar Fudsin.
Satu lagi peserta Ria Apriani (29) juga merasakan hal yang serupa.
Ia mengaku kalau soal-soal pada ujian SKB kali ini lebih sulit dibandingkan dengan soal pada tes SKD sebelumnya.
Dari soal yang menurutnya membingungkan hingga waktu yang dirasanya sangat singkat, membuat wanita yang mengambil formasi guru IPS di Kecamatan Muara Pawan ini hanya memperoleh nilai 270 dari yang ditargetkan 300 keatas.
"Awal-awal sih masih bisa pas akhir-akhir soalnya semakin bervariasi yang cukup mengolah otak.
Harapan saya semoga pesaing saya mendapat nilai di bawah saya," harap Ria yang sudah tiga kali mengikuti seleksi penerimaan CPNS ini.