Breaking News:

Kepolisian Kumpulkan Alat Bukti Jerat Terduga Pelaku Penipuan Jual Beli Tanah di Pontianak Timur

Dimana pada laporan tersebut, warga melaporkan seorang berinisial S atas dugaan penipuan pembelian tanah di jalan Tritura, Gang Askot Dalam, Kecamatan

TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Kapolsek Pontianak Timur AKP Prayitno saat mengawal jalannya ekseskusi lahan di jalan Tritura, Gang Askot Dalam, Kecamatan Pontianak Timur yang Ternyata merupakan lahan Sengketa. Selasa (15/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengadilan Negeri Pontianak merobohkan 7 unit rumah warga yang berdiri di atas tanah milik orang lain, di jalan Tritura, Gang Askot Dalam, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Selasa (15/9/2020).

Kapolsek Pontianak Timur AKP Prayitno menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dari warga yang rumahnya di eksekusi Pengadilan Negeri Pontianak.

Dimana pada laporan tersebut, warga melaporkan seorang berinisial S atas dugaan penipuan pembelian tanah di jalan Tritura, Gang Askot Dalam, Kecamatan Pontianak Timur yang Ternyata merupakan lahan Sengketa.

Hal ini disampaikannya saat mengawal jalannya ekseskusi lahan sengketa oleh pengadilan negeri Pontianak di jalan Tritura, Gang Askot Dalam, Kecamatan Pontianak Timur yang Ternyata merupakan lahan Sengketa. Selasa (15/9/2020).

Polresta Pontianak Ringkus Komplotan Curanmor Modus Incar Sepeda Motor Tak Dikunci Stang

"Sudah ada 3 orang yang melaporkan saudara S ini, atas dugaan penipuan, karena jual beli tanah dulu tidak ada surat - suratnya, saudara s ini menjanjikan, tetapi tidak pernah diberikAn,sehingga sampailah keputusan eksekusi pengadilan ini,,"ujar Kapolsek Pontianak Timur. Selasa (15/9/2020).

Atas laporan tersebut, pihak Polsek akan melakukan pemeriksaan sejumlah bukti dan saksi terkait penjualan tanah tersebut.

"Nanti ada beberapa orang juga yang akan kita lakukan pemeriksaan, termasuk hasil putusan pengadilan sebagai alat bukti bahwa dugaan penipuan ini bisa kita kuatkan,"katanya.

Saat ini pihaknya sudah mengamankan sejumlah kwitansi pembayaran tanah dari warga tersebut sebagai bukti, dan pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Pontianak untuk memastikan apakah S berhak memperjualbelikan lahan yang ada tersebut.

"Untuk S ini warga Pontianak Timur dulunya, namun sekarang sudah pindah ke wilayah Kelurahan Batu Layang, Pontianak Utara, dan kita sudah mengetahui dimAna S ini berada, hanya kita perlu melengkapi alat - alat bukti sehingga kita bisa menetapkan s sebagai tersangka, dan kita bisa lakukan upaya paksa dalam penegakan hukum,"jelas AKP Prayitno. (*)

Penulis: Ferryanto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved