Breaking News:

Sudiantono: Pemberantasan Buta Aksara di Kalbar Masih Menjadi PR Bersama

Namun dikatakannya saat ini sudah banyak gerakan mulai dari Provinsi sampai tingkat daerah yang membangun rumah baca .

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Peserta didik Program Pengentasan Buta Aksara dari kelompok belajar "Bunga Desa" saat mengikuti ujian di ruang kelas SDN 4, Kecamatan Selakau, Kabupaten Sambas pada Kamis (3/5/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalimantan Barat berada di posisi keenam tertinggi buta aksara di Indonesia dengan persentase 3.8 persen berdasarkan hasil Susenas BPS 2019.

Anggota DPRD Komisi V Provinsi Kalbar, Sudiantono mengatakan terkait buta huruf atau buta aksara memang masih menjadi PR yang harus diberantas bersama.

Namun dikatakannya saat ini sudah banyak gerakan mulai dari Provinsi sampai tingkat daerah yang membangun rumah baca .

“Jadi dengan adanya rumah baca mungkin anak-anak yang baca , orang tua juga bisa ikut mengantar . Semoga bisa meransang masyarakat buta aksara untuk ikut belajar membaca,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat (11/9/2020).

Dinas Pendidikan Kalbar Telah Lakukan Kordinasi Dengan Kabupaten Kota untuk Memberantas Buta Aksara

Diharapkan juga ada keinginan tersendiri untuk terus belajar membaca . Maka dari itu Pemprov Kalbar harus punya program yang lebih spesifik kedepan supaya bisa diberantas dalam waktu singkat .

Ia mengatakan kepedulian berbagai pihak dalam hal ini sudah ada bahkan sampai pihak swasta yang ikut membantu mendirikan rumah baca. Sedangkan dari pemerintah juga ada melalui kelompok tertentu baik yang diprogram dari Pemerintah tingkat 1 maupun tingkat 2.

“Hanya memang effort yang digunakan belum cukup besar . Itu yang perku ditingkatkan melaluo program yang lebih spesifik, serta ada monitoring dan evaluasi tehadap hasil dari program tersebut,” jelasnya.

Ia mengatakan terkait dana khusus untuk penanganan buta aksara ini ada di tingkat satu dan dua hanya mungkin program belum terlalu spesifik dan anggaran tidak terlalu besar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved