Breaking News:

Harisson Sayangkan Masyarakat Masih Ada yang Belum Patuhi Protokol Kesehatan

Hal itu bisa dilihat dai perkembangan kasus coivd-19 di Kalbar dari pemeriksaa yang dilakukan di Laboratorium PCR di Untan yang saat ini sudah mampu m

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Foto Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menghadiri peresmia Masjid At-Taqwa, Minggu (9/2/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa kondisi penyebaran kasus covid-19 di Kalbae saat ini masih bisa di kendalikan.

Hal itu bisa dilihat dai perkembangan kasus coivd-19 di Kalbar dari pemeriksaa yang dilakukan di Laboratorium PCR di Untan yang saat ini sudah mampu memeriksa 500 sampel perhari .

Dari rata -rata 500 sampel yang diperiksa yang positif bisa 5 sampai 10 atau 15 orang paling banyak perhari dinyatakan positif Covid-19.

“Hal ini berarti pertambahan kasus kita di Kalbar sekitar 3 sampai 4 persen berarti kasus ini masih terkendali,” ujarnya kepada awak media,(11/9/2020).

Ia mengatakan sebagai upaya pemerintah untuk menekan angka penularan kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar . Saat ini sudah dibuat Pergub No.110 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai bentuk upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 merupakan turunan dari Inpres nomor 6.

Total 32 Kluster Kasus Covid-19 di Kalbar, Kluster Keluarga Mendominasi

“Kita sudah membuat turunan pergub dan hampir semua kabupaten kota sudah mulai membuat perbup dan perwa yang sudah mulai diterapkannya sanksi sosial dan dilakukannya razia,” ujarnya.

Diharapkan dengan berlakunya sanski ini dengan giat dilakukan razia masyarakat akan semakin mematihui protokol kesehatan.

“Kita sudah menerapkan peraturan dan sudah menegakkan sanski dan diharapkan masyarakat akan semakin patuh ,” ujarnya.

Jadi berdasarakn observasi dari Diskes Provinsi Kalbar sampai tingkat Kabupaten kota untuk tingkat kedisplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih lemah.

“Masyarakat masih belum patuh terhadap peraturan seperti pemakaian masker , jaga jarak, hindari kerumanan dan cuci tangan. Jadi mereka masih belum patuh dan ini sebenarnya meningkatkan resiko penularan.

Dikatakannya masyarakat masih belum paham bagaiamana sebenarnya nanti penyakit ini dapat berakibat fatal bagi diri sendiri maupun anggota keluarga yang rentan. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved