Breaking News:

Dinas Pendidikan Kalbar Telah Lakukan Kordinasi Dengan Kabupaten Kota untuk Memberantas Buta Aksara

Menanggapi terkait hal tersebut, Kadisdikbud Kalbar, Sugeng mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dikbud kabupaten dan kota dalam upaya untuk m

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Jamian (16), satu di antara anak buta aksara dan putus sekolah asal Kecamatan Selakau saat duduk di atas sebuah kapal nelayan, Rabu (24/1/2018). Kendati mengaku bisa membaca, Jamian kesulitan membaca berita koran yang dipegangnya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kalimantan Barat berada di posisi keenam tertinggi buta aksara di Indonesia dengan persentase 3.8 persen berdasarkan hasil Susenas BPS 2019.

Menanggapi terkait hal tersebut, Kadisdikbud Kalbar, Sugeng mengatakan telah melakukan koordinasi dengan Dikbud kabupaten dan kota dalam upaya untuk memberantas buta aksara yang ada di Kalbar.

Ia mengatakan sesuai dengan kewenangan pengelolaan berdasarkan undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah bahwa kewenangan pengelolaan pendidikan non formal ada di pemerintah kabupaten dan kota.

Disdik Kalbar Tetap Komitmen Tekan Angka Buta Aksara

"Sehingga kita melakukan koordinasi sebagai upaya untuk menuntaskan buta aksara disamping itu selain dari pemkab dan pemkot, pemerintah pusat melalui Kemendikbud juga membantu pengalokasian anggaran yang langsung diberikan kepada PKBM dan SKB yang ada," ujarnya, Jumat (11/9/2020).

Ia mengatakan setiap tahun biasanya Dikbud Provinsi juga melaksanakan gebyar keaksaraan fungsional. Namun pada tahun ini anggaran terkena refokusing untuk penanganan covid-19. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved