Satuan Sabhara Polresta Pontianak Kota Lakukan Latihan Dalmas

Latihan pengendalian massa kali ini dimulai dari latihan Dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan dari helm, tongkat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
LATIHAN - Satuan Sabhara Polresta Pontianak Kota menggelar latihan Pengendalian Massa (Dalmas) di halaman apel Mapolresta, Rabu (2/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONYIANAK - Satuan Sabhara Polresta Pontianak Kota menggelar latihan Pengendalian Massa (Dalmas) di halaman apel Mapolresta, Rabu (2/9/2020).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh KBO Sabhara, Iptu Kistojo serta Kanit dan Kasubnit Dalmas dan diikuti satu pleton anggota Dalmas.

Latihan pengendalian massa kali ini dimulai dari latihan Dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan dari helm, tongkat serta tameng.

Fakta Pesta Seks Gay DKI Jakarta, Ada yang Derita HIV, Tarif Rp 150 Ribu Hingga Berstatus Menikah

Kapolresta Pontianak Kota, Kombes. Pol. Komarudin melalui Kasat Sabhara, AKP. Sugiono menjelaskan bahwa kegiatan latihan Dalmas adalah program rutin Sat Sabhara dalam rangka meningkatkan kemampuan dan profesionalitas anggota menghadapi situasi saat digelarnya aksi penyampaian pendapat di muka umum.

“Ya, kami rutin melaksanakan latihan-latihan peningkatan kemampuan personil Polri khususnya Sat Sabhara, baik itu baris-berbaris, bela diri, maupun dalmas," katanya.

"Pelatihan ini bertujuan untuk melatih fisik anggota serta kesiapsiagaan anggota pada saat menghadapi unjuk rasa yang sebenarnya di lapangan," ujar Giono.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 3 September 2020, Waspada Hari Burukmu

Selain itu, juga untuk mengingat kembali gerakan maupun formasi Dalmas, dalam pelayanan aksi penyampaian pendapat di muka umum dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas yang terjadi di wilayah hukum Polresta Pontianak Kota.

"Ada beberapa tahapan dalam pengendalian massa, mulai dari tindakan preventif dengan menurunkan tim negosiator, Dalmas awal hingga menggunakan peralatan pengurai massa seperti gas air mata maupun water canon yang harus sesuai SOP," tuturnya.

"Ini harus terus menerus dilatihkan, agar semua berjalan baik, Polri dapat menjalankan tugas secara profesional dan tetap menghormati hak asasi manusia," tutup Giono. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved