Masyarakat Tak Percaya Covid-19, Ini Langkah Pejabat Kecamatan Badau
Adenan menuturkan, jika memang ada masyarakat mempunyai persepsi tidak yakin adanya dengan Covid - 19, berarti tidak percaya dengan hasil pemeriksaan
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Camat Kecamatan Badau Adenan merasa heran dengan sejumlah masyarakatnya, tidak terlalu percaya dengan adanya Covid-19, karena orang yang positif COVID- 19 dengan bebas isolasi mandiri dirumahnya, menyapa orang-orang lewat kayak tidak ada apa - apa.
"Untuk menyikapi hal tersebut, kami sudah mengadakan pertemuan dengan Muspika, untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Covid - 19 di Badau. Serta mengsosialisasikan Perbup Nomor 57 tentang penerapan disiplin dan penegakkan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid -19 di Badau," ujarnya, Kamis (3/9/2020).
Adenan menuturkan, jika memang ada masyarakat mempunyai persepsi tidak yakin adanya dengan Covid - 19, berarti tidak percaya dengan hasil pemeriksaan medis kalau adanya pasien Covid-19.
"Pastinya kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, untuk mencegah Covid - 19. Apa lagi saat ini sejumlah masyarakat kecamatan Badau sudah dinyatakan positif Covid-19," ungkapnya.
• 4 Kasus Baru Covid-19 di Kapuas Hulu, Badau dan Putussibau
Kapolsek Badau, AKP Junaidi juga merasa heran dengan masyarakat Badau yang kurang percaya dengan penyakit Covid - 19 ini. Padahal di Badau sendiri sudah banyak warga yang terpapar virus dari Wuhan China ini.
"Banyak yang tidak percaya. Itu yang menjadi beban kita yang ada di bawah untuk menjelaskan. Mungkin tidak mau tahu sebelum terpapar," katanya.
Ketidakyakinan masyarakat terhadap adanya Covid-19 kata Junaidi terbukti dengan banyak masyarakat yang tidak mau menjalani protokol kesehatan.Masih ada masyarakat yang enggan memakai masker jika berpergian keluar rumah.
"Padahal kami telah melakukan berbagai sosialisasi, baik melalui personal maupun media sosial," ujarnya.
Mantan Kabag Ops Polres Kapuas Hulu ini mengaku tak habis pikir juga dengan masyarakat yang belum percaya dengan adanya COVID- 19 sementara virus ini sudah mendunia.
• Tambahan 4 Kasus Konfirmasi di Kapuas Hulu Sekeluarga yang Sempat Hadiri Resepsi Pernikahan di Badau
"Padahal gara - gara Covid - 19 semua anggaran pemerintah banyak dipotong. Dan kita juga tidak mau capek - capek menangani Covid - 19 ini jika ini tidak benar. Nanti jika kami tidak berbuat dalam membantu pemerintah menangani Covid - 19. Nanti polisi disalahkan masyarakat," jelasnya.
Maka untuk itu Junaidi mengajak masyarakat perbatasan agar dapat menerapkan protokol kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid- 19 ini dengan memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.
"Tentunya kita tidak mau lagi warga Badau terkena Covid - 19. Mari kita sama - sama memutuskan penyebaran penyakit ini," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/corona-ilustrasi-covid19-endro.jpg)