Penemuan Mayat Wanita

Geger Penemuan Mayat Wanita di Kubu Raya, Ditemukan Gunakan Pakaian Dalam, Polisi Ungkap Kronologi

Dimana saat ditemukan korban dalam kondisi tubuh setengah terendam genangan air hujan. Hanya menggunakan pakaian dalam.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
GEGER - Warga Desa Durian digegerkan adanya penemuan mayat seorang wanita di Desa Durian, Dusun Parit Selamat, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (31/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Warga Desa Durian digegerkan adanya penemuan mayat seorang wanita di Desa Durian, Dusun Parit Selamat, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (31/8/2020).

Kejadian penemuan mayat di ladang karet menghebohkan warga sekitar Dusun Parit Selamat, Desa Durian pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Dimana saat ditemukan korban dalam kondisi tubuh setengah terendam genangan air hujan.

Kondisi tubuh mayat dalam keadaan utuh, hanya menggunakan pakaian dalam.

Warga setempat sempat beramai-ramai mencari korban karena semenjak Selasa siang (25/8/2020) sekitar pukul 12.30 WIB diketahui korban sudah pergi dari rumah dan tidak kembali lagi.

Sehingga suami korban bersama warga sekitar mencari korban dan barulah pada Senin (31/8/2020) korban ditemukan sudah meninggal.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Sungai Ambawang Iptu Teuku Rivanda Iksan membenarkan telah mendapat laporan bahwa telah terjadi penemuan mayat di Dusun Parit Selamat, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Senin (31/8/2020).

"Saya memerintahkan Kanit Reskrim dan anggota serta Bhabinkamtibmas untuk mendatangi ke TKP penemuan mayat tersebut,” jelas Kapolsek, Selasa (1/9/2020).

Dari hasil pemeriksaan di lapangan diketahui korban bernama Amsira binti pande (76) yang beralamat di Jalan Parit Wanluwi Dusun Karia, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya.

Diketahui korban sudah meninggalkan rumah sejak (25/8/2020) tanpa sepengetahuan suaminya Hasan.

Korban diketahui pergi menoreh ke kebun karet miliknya dengan jarak kurang kebih 50 meter dari rumah korban di Jalan Parit Wanlui, Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sui Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dan tidak kembali.

Meskipun keluarga iklas dan tidak mau diotopsi maupun visum tehadap korban, akan tetapi dari Kepolisian tetap akan melaksanakan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut sesuai prosedur yang ada.

"Termasuk di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, guna memastikan apakah ada unsur pidana dari peristiwa tersebut atau tidak demikian,” kata Rivanda.

Lebih lanjut Kapolsek menerangkan, menurut keterangan cucu korban Masiri, setiap harinya korban dan suaminya selalu pergi bersama ke kebun karet miliknya tersebut.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved