Dinas Pertanian dan Pangan Kapuas Hulu Siap Sahkan Keputusan Kementerian Soal Daun Kratom

Menurutnya, tanaman daun Kratom merupakan tumbuh yang memiliki banyak manfaat selain daunnya dijual, salah satuny sebagai fungsi reboisasi.

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Seorang petani daun kratom di Putussibau saat menjemur daun kratom, yang nantinya akan dijual ke penampung. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menyikapi keputusan Nomor 104 tahun 2020 yang menetapkan daun Kratom atau purik termasuk dalam tanaman obat, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu Abdurasyid menyatakan, siap melakukan pembinaan jika keputusan Kementan itu sudah disahkan.

"Kalau sudah disahkan sebagai komoditi oleh Kementan itu bagus, kita siap melakukan pembinaan seperti komoditi tanaman lainnya. Untuk sekarang memang pembinaan belum," ujarnya, Senin (31/8/2020).

Menurutnya, tanaman daun Kratom merupakan tumbuh yang memiliki banyak manfaat selain daunnya dijual, salah satuny sebagai fungsi reboisasi.

Kratom Akan Dipatenkan Menjadi Tanaman Khas Asli Kapuas Hulu Kalbar

"Tanaman Kratom ini mudah hidup tumbuh, terutama di daerah rawa - rawa. Jadi kita tidak ada masalah, kalau memang itu bisa dilegalkan," ucapnya.

Pastinya, kata Abdurrasyid, kalau pihaknya masih menunggu tindaklanjut dari Kementerian Pertanian, dimana list dalam Kepmentan itu, Kratom berada di urutan ke 66 masuk tanaman obat.

"Mudah - mudahan itu jalan terbaik, dan solusi bagi petani kratom di Kapuas Hulu, karena yang sudah tercatat di kami jumlah batang tanaman kratom atau purik itu sebanyak 44 juta lebih, berapa ribu hektar dan petani, maka kami sambut baik kalau sudah ketentuan seperti itu," ungkapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved