Wawancara Eksklusif

Boyamin Saiman Yakin Ada Pejabat Tinggi Kejaksaan Telepon Djoko Tjandra

Anita kemudian menawarkan skenario lain, yaitu mengajukan peninjauan kembali (PK) yang didaftarkan 8 Juni 2020.

Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman foto bersama dengan News Director Tribun Network, Febby Mahendra Putra 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - KOORDINATOR Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman membeberkan sejumlah fakta di balik keterlibatan Jaksa Pinangki dalam kasus terpidana kasus korupsi Djoko Tjandra. Jaksa Pinangki terlibat dalam upaya pembebasan Djoko Tjandra dari jeratan hukum.

Sejauh ini, Jaksa Pinangki disebut menerima uang sebesar 500 ribu dolar AS atau setara Rp 7,3 miliar dari Djoko Tjandra.Sebagian dari uang itu kemudian dibelikan sebuah mobil mewah.

Boyamin mengatakan Jaksa Pinangki menemui Djoko Tjandra di Malaysia pada November 2019.

Dalam kesempatan itu Jaksa Pinangki mengajukan skenario untuk membebaskan Djoko Tjandra yaitu melalui permohonan fatwa Mahkamah Agung (MA). Jaksa Pinangki mengajukan dana pengurusan sebesar Rp 1,4 triliun.

Berikut lanjutan petikan wawancara eksklusif Tribun Network dengan Boyamin Saiman, di Jakarta, Jumat (28/8/2020).

SEDANG Live Streaming Tv One Siaran ILC Malam Ini, Siapa Sosok Terlibat Pelarian Djoko Tjandra?

Tribun: Kabarnya Jaksa Pinangki mengajukan proposal kepada Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA). Fatwa apa yang dimaksud?

Boyamin: Rencananya, fatwa itu menyatakan putusan MA yang menyatakan Djoko Tjandra mendapat hukuman dua tahun penjara tidak bisa dieksekusi. Kira-kira begitu skenarionya.

Skenario itu sebenarnya tidak mungkin karena itu putusan pidana. Kalau perkara perdata masih mungkin.

Skenario Pinangki, Kejaksaan Agung akan memberi rekomendasi kepada Mahkamah Agung terkait fatwa yang menyatakan putusan pidana (vonis dua tahun penjara) kasus Djoko Tjandra tidak bisa dieksekusi.

Djoko Tjandra tampaknya percaya pada skenario itu dan berjanji kalau berhasil akan memberi imbalan 10 juta dolar AS setara Rp 150 miliar.

Menurut informasi yang saya dapat, dalam proposalnya Pinangki mengajukan anggaran 100 juta dolar AS atau setara Rp 1,4 triliun. Proses perjalanan berikutnya, scenario itu gagal.

Dari hasilnya penyidikan terungkap Djoko Tjandra pernah memberikan semacam uang saku 500 ribu dolar AS (setara Rp 7,5 miliar) kepada Pinangki.

Tampaknya uang itu sudah dijadikan mobil,sehingga dealer BMW dipanggil oleh penyidik.

Tribun: Setelah skenario pengurusan fatwa MA tidak berhasil, apa langkah berikutnya?

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved