Karolin Margret Natasa Harap Penerima BLT Tidak Diwakilkan

Untuk menghindari penyalahgunaan bantuan tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta penerima untuk mengambil sendiri dan tidak boleh diwak

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Landak, Karolin Margret Natasa 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kementerian Sosial mulai menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada ratusan penerima manfaat di Kecamatan Sengah Temila melalui PT Pos Cabang Pahauman pada Sabtu (29/8/2020) kemarin.

Untuk menghindari penyalahgunaan bantuan tersebut, Bupati Landak Karolin Margret Natasa meminta penerima untuk mengambil sendiri dan tidak boleh diwakilkan.

“Sesuai peraturan, maka yang bersangkutan harus mengambilnya. Apabila nama yang tertera tersebut telah meninggal dunia, dapat dialihkan kepada penerima atau ahli waris yang tercantum di KK yang tentunya dengan melampirkan KTP ahli waris yang bisa membuktikan bahwa itu satu keluarga,” jelas Karolin di Ngabang.

Bupati Landak juga mengatakan bahwa dirinya juga telah menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dalam menerima bantuan sosial tersebut.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa Terima Penghargaan Dari BPS RI

"Kami telah menerima laporan dari masyarakat, bahwa telah terjadi dugaan penyalahgunaan dalam penerimaan bantuan ini. Yakni penerima bantuan diwakilkan kepada salah satu anaknya, yang kemudian menggunakan uang tersebut tidak sebagaimana mestinya apalagi untuk berfoya-foya," ungkapnya.

Lebih lanjut Bupati Karolin mengajak kepada seluruh masyarakat yang menerima bansos agar menggunakan uang tersebut secara benar.

"Bantuan ini tidak banyak jumlahnya, tetapi dengan adanya uang ini sedikit banyak dapat meringankan beban keluarga. Oleh sebab itu, kami minta kepada warga untuk menggunakan uang ini dalam memenuhi kebutuhan seluruh keluarga bukan hanya untuk yang namanya terdaftar," pesan Karolin.

Satu warga Sidas Lina yang menerima bantuan mengaku bersyukur lantaran bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Pasalnya, di tengah kondisi yang saat ini terjadi membuat perekonomiannya melemah. Dengan adanya bantuan ini, bisa meringankan beban untuk menutupi kebutuhan keluarganya.

Kunker ke Mandor Bupati Karolin Margret Natasa Ajak Petani Bentuk Penangkaran Benih Padi

“Kita sudah berusaha menyadap karet tapi hasilnya tidak seberapa, karena harganya belum stabil. Sementara itu kita juga harus memenuhi kebutuhan keluarga," kata Lina.

Sehingga dengan adanya bantuan ini, ia ucapkan terimakasih kepada pemerintah dan pihak terkait karena sudah memberikan bantuan untuk meringankan beban keluarga.

"Rencananya uang ini akan dipakai untuk membeli bahan pokok, seperti beras dan lain-lain," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved