Breaking News:

Citizen Reporter

Yayasan Palung Adakan Studi Banding dan Pelatihan Pemijahan Ikan

Selama kegiatan berlangsung kelompok mendapatkan pembekalan tentang pemijahan, proses pembesaran, serta pemasaran.

Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PELATIHAN - Beberapa waktu lalu, Yayasan Palung melalui Program Sustainable Livelihood (SL) mengadakan pelatihan Studi Banding dan Pelatihan Pemijahan Ikan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 24-26 Agustus 2020 kemarin di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara. 

Citizen Reporter
Petrus Kanisius, Yayasan Palung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Beberapa waktu lalu, Yayasan Palung melalui Program Sustainable Livelihood (SL) mengadakan pelatihan Studi Banding dan Pelatihan Pemijahan Ikan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 24-26 Agustus 2020 kemarin di Dusun Segua, Desa Pampang Harapan, Kecamatan Sukadana, Kayong Utara.

Dalam kegiatan studi Banding dan pelatihan pemijahan ikan, Yayasan Palung bekerjasama dengan P2MKP (Pusat dan Pelatihan Kementerian Kelautan dan Perikanan) Kabupaten Ketapang telah melaksanakan kegiatan studi banding dan pelatihan pemijahan ikan selama 3 hari.

Adapun sebagai narasumber pada pelatihan tersebut adalah Muhammad Abduh atau sehari-hari dikenal dengan nama Kang Acil.

Sedangkan peserta yang hadir dalam pelatihan dihadiri oleh 7 orang peserta dari kelompok ikan Mina Segua dari Dusun Segua, Desa Pampang Harapan.

Selama kegiatan berlangsung kelompok mendapatkan pembekalan tentang pemijahan, proses pembesaran, serta pemasaran.

P2MKP juga telah menguji kolam ikan kelompok dengan mengambil sampel lumpur dan air, PH (derajat keasaman) mendapatkan nilai 8.1.

Daftar Pemenang Lomba Menggambar Poster Hari Orangutan Internasional 2020 Yayasan Palung

Ranti Naruri, selaku Manager dari Program Sustainable Livelihood (SL) mengatakan ini menjadi peluang bagi kelompok untuk dapat membudidayakan dari segala jenis ikan yang ada di dusun Segua.

Apalagi di daerah tersebut tersedia sumber pakan alami yang mudah didapat dari jerami padi dan kotoran ternak.

Lebih lanjut Ranti mengatakan, melihat anomali masyarakat yang tinggi terhadap budidaya ikan, maka pada hari ke-3 anggota kelompok Mina Segua melakukan pemijahan ikan mas bersama instruktur dari P2MKP dengan berat 1 ekor Ikan betina 8.6 kg dan 4 ekor jantan diperkirakan bisa menghasilkan larva sekitar kurang lebih 100.000 dan akan menjadi bibit kurang lebih 80.000 ekor ikan.

"Saat ini kami sedang menunggu hasil dari pemijahan tersebut," ujar Ranti.

Semua rangkaian kegiatan studi banding dan pelatihan pemijahan ikan berjalan sesuai rencana dan mendapat sambutan baik dari peserta. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved