Breaking News:

Malaysia Deportasi 89 Orang Pekerja Migran Indonesia Melalui Entikong Sanggau

Adapun PMI yang berasal dari Kalbar sebanyak 42 orang dan luar Kalbar 48 orang yang tersebar di berbagai daerah .

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana saat Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat menerima kedatangan 89 orang PMI yang di Deportasi Malaysia pada malam hari di Kantor Dinsos Kalbar, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat , Golda menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima 89 orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi Malaysia pada, Kamis (27/8/2020) malam.

Adapun PMI yang berasal dari Kalbar sebanyak 42 orang dan luar Kalbar 48 orang yang tersebar di berbagai daerah .

"41 orang PMI asal Kalbar tersebar di Kubu Raya 5 orang, Mempawah 4 orang, Landak 6 orang, Singkawang 4 orang, Sambas 17 orang, Bengkayang 4 orang, Kapuas Hulu 2 orang," ujar Golda, Jumat (28/8/2020).

Sedangkan 48 PMI dari Luar Kalbar tersebar dari Jateng 9 orang, Jabar 4 orang, Jatim 13 orang, Yogyakarta 1 orang, Sulsel 11 orang, Sulbar 2 orang, Sumut 1 orang, Sumbar 1 orang, Aceh 1 orang, Jambi 2 orang , NTB 2 orang.

Samakan Persepsi Pergub Terkait Covid-19, Pemprov dan Polda Kalbar Gelar Rapat Koordinasi

Golda mengatakan seluruh PMI tersebut telah menjalani protokol pencegahan Covid -19 dan telah dilakukan swab tes di Imigrasi Bekenu dan Semuja Kuching dengan hasil Negatif Covid 19.

Selain itu, Dipintu masuk PLBN Entikong seluruh PMI yang dideportasi menjalani Rapid Test dengan hasil NR.

"Recananya untuk PMI internal Kalbar secara bertahap akan dipulangkan ke Kabupaten dan  kota malam ini.

Lalu Luar daerah tetap ditampung di shelter Dinas Sosial Prov Kalbar," ujarnya.

Ia menyampaikan Kondisi PMI keseluruhan sehat dan sampai pukul 22.00 WIB giat assesmen PMI masih berlangsung tadi malam dengan tertib dan lancar.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved