Breaking News:

Lantik Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalbar, Ini Pesan Gubernur Sutarmidji

Saat ini, Inflasi terjadi di tiga kota IHK yang ada di Kalimantan Barat yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Sintang .

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji meminta kepada Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalbar agar membuat data di bidang ekonomi mesti benar- benar valid .

Hal ini disampaikanya saat melantik Frans Zeno sebagai Kepala Biro Perekonomian 

Selain itu ia meminta agar Frans Zeno harus paham semua bagaimana tentang inflasi di Kalbar.

Saat ini, Inflasi terjadi di tiga kota IHK yang ada di Kalimantan Barat yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Sintang .

“Kita sudah ada tiga kota kabupaten yaitu Kota Pontianak, Singkawang dan Sintang.

Sintang selalu menyumbang inflasi. Sedangkan Pontianak dan Singkawang Deflasi ,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Baru Menjabat, Ini Komitmen Kasatpol PP Kalbar Terkait Penerapan Pergub Nomor 110

Ia mengatakan Inflasi boleh tapi kalau terlalu tinggi akan bahaya, karena bisa mengerus biaya beli masyarakat.

“Kemudian sumber pendapatan kita dan SDM kita jangan sampai lewat begitu saja.

Kordinasi dengan LHK, dan Kehutanan. 

Kalau perkebunan yang lahan konsesi dia tetap tak ditanam dan hak masyarakat belum di selesaikan itu harus diselesaikan karena mempengaruhi ekonomi kita,” tegasnya.

Ia mengatakan misalnya ada 2.8 juta hektare lahan tapi baru ditanam 900 hektare yang rugi bukan perusahaan tapi Kalbar.

“Lalu seperti HTI kayu sudah habis 3 lahan begitu pusat minta sediakan untuk tanam jagung, singkong, kita sudah tak punya lagi karena sudah di bawah konsesi lahan tertentu. Hal itu juga harus dipetakan ,” jelasnya.

Ia meminta kepada Kabiro Perekonomian Provinsi apabila membuat data di bidang ekonomi harus yang benar- benar valid. 

“Akhirnya saya tak pernah pakai data itu. Jadi kalian percuma hanya capek membuatnya saja.

Tapi tak digunakan karena datanya tidak benar.

Jadi kalau kerja semuanya dengan data akurat dan valid ,” pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved