Breaking News:

Dampak Gelombang MJO, BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem 31 Agustus Sampai 4 September 2020

Gelombang MJO adalah satu jenis gelombang atmosfir di daerah tropis, bukan gelombang di laut

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Sutikno 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Sutikno, Kepala Seksi Data dan Informasi,Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak menyampaikan bahwa diperkirakan cuaca ekstrem akan melanda Kalimantan Barat pada 31 Agustus 2020 hingga 4 September 2020.

Kendati cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi pada tanggal 31 Agustus, dampaknya akan mulai dirasakan beberapa hari sebelumnya di beberapa daerah di Kalbar.

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada semua pihak untuk mewaspadai cuaca ektrim tersebuut,

"Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat diprakirakan terjadi merata di wilayah Kalimantan Barat mulai tanggal 31 Agustus 2020 hingga 04 September 2020,"papar Sutikno.

Cuaca Ekstrem di Kalbar Berpotensi Terjadi Mulai 31 Agustus 2020, BMKG Sampaikan Peringatan Dini

Ia menjelaskan, bahwa potensi cuaca ekstrem itu dipicu karena adanya gelombang MJO (Madden Julian Oscillation ) yang aktif.

"Gelombang MJO adalah satu jenis gelombang atmosfir di daerah tropis, bukan gelombang di laut,"katanya,  Jumat (28/8/2020).

dari dampak cuaca ekstrem yang di perkirakan bakal terjadi, ia menghimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, genangan, angin kencang, pohon tumbang, jalan licin dan sebagainya.

Selama periode potensi terjadinya cuaca ekstrem ini mengindikasikan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat diprakirakan akan dalam kategori Aman.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved