Breaking News:

KPU Kalbar Permudah Akses Informasi Pilkada 2020 untuk Masyarakat

Menurutnya, setiap tahapan Pilkada yang berlangsung di tujuh kabupaten, diinformasikan kepada publik menggunakan berbagai media.

Setkab.go.id
Pilkada 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komisioner KPU Provinsi Kalbar Lomon menegaskan pihaknya siap membuka informasi tentang Pilkada 2020 yang dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, setiap tahapan Pilkada yang berlangsung di tujuh Kabupaten, diinformasikan kepada publik menggunakan berbagai media.

Tidak hanya itu, jajaran KPU juga menyediakan informasi tentang Pilkada di Sekretariat KPU masing-masing, agar masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

"Tentu sudah menjadi komitmen kita di KPU untuk membuka informasi disetiap tahapan pemilu maupun pemilihan.

Sebagaimana diatur oleh UU dan Peraturan KPU.

Ada petugas yang dibentuk di setiap KPU namanya PPID (pejabat pengelola informasi dan dokumentasi) di KPU Provinsi maupun di KPU kabupaten atau kota yang bisa memfasilitasi kebutuhan informasi tentang pemilu maupun pemilihan," kata Lomon, Kamis (27/8/2020).

Ketua KPU RI Sebut Pelaksanaan Pemilu Sedot Dana Lebih dari Rp14 Triliun Akibat Covid-19

Selain itu, KPU juga meyakini jika kebutuhan masyarakat akan informasi Pemilu Pemilihan yang diadakan ditengah pandemi sangat penting.

Sehingga masyarakat khususnya di daerah yang akan melangsungkan Pilkada, tidak khawatir datang ke TPS memberikan hak suara tanggal 9 Desember nanti.

"Setiap tahapan sesuai dengan PKPU nomor 6 tahun 2020, menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, contoh pada tahapan pungut hitung nanti kedatangan pemilih akan diatur, TPS disterilisasi, menggunakan masker, mengukur suhu tubuh, menjaga jarak sampai pada proses pencoblosan menggunakan paku yang selanjutnya disterilisasi, untuk tinta tanda telah mencoblos akan di tetes bukan dicelupkan, dan TPS akan di disinfektan secara berkala," jelasnya.

Tidak hanya itu, jumlah pemilih yang sebelumnya 800 dikurangi menjadi 500 orang per TPS.

Upaya ini dilakukan agar pesta demokrasi tidak menimbulkan klaster baru Covid-19. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved