Breaking News:

Berpondasi Belian, Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tanpa Noda Diyakini Bertahan Hingga 1 Abad

Pada tahun 2013 baru terlaksana pembentukan panitia pembangunan. Dan pada 9 Desember 2016 baru dilakukan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Daerah

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Usai pengguntingan pita, dilaksanakan acara pemberkatan gedung gereja yang dilaksanakan dalam sebuah misa yang dipimpin oleh Uskup Sintang Mgr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap yang didampingi oleh Pastor Paroki Santa Maria Tanpa Noda Vincen, Pr beserta 6 orang pastor. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Gedung Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tanpa Noda di Nanga Kemangai, Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, akhirnya selesai dibangun dan diresmikan setelah melewati proses panjang.

Gereja ini berukuran 20 x 17 meter dengan kapasitas 600 orang ini perencanaan pembangunan sejak 2010 silam.

Pada tahun 2013 baru terlaksana pembentukan panitia pembangunan. Dan pada 9 Desember 2016 baru dilakukan peletakan batu pertama oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang saat safari natal Pemkab Sintang.

"Kekompakan umat jangan berhenti ketika pembangunan gereja selesai saja. Karena masih ada yang akan kita bangun lagi ke depannya," kata Matius Junis Ketua Panitia Pembangunan gereja.

Sariyanto Potik Ketua Dewan Pastoral Paroki Santa Maria Tanpa Noda Ambalau menyampaikan bahwa seluruh bahan bangunan utama bangunan gereja ini dari kayu belian yang yakini bisa bertahan hingga satu abad.

8 Tahun Proses Pembangunan, Akhirnya Gereja Katolik Paroki Santa Maria Tanpa Noda Ambalau Diresmikan

“Saya bangga karena mungkin ini satu satunya gereja yang dibangun dengan kayu belian yang kokoh, baik tiang dan lantainya," katanya.

Paroki Ambalau memiliki 33 stasi dengan jumlah umat 11. 872 orang. Ada lima jalur sungai di Paroki Ambalau ini. Tantangan pembinaan umat di Paroki Ambalau adalah jarak yang jauh dan hanya bisa menggunakan jalur sungai saja.

"Medannya sulit, sehingga saya berharap Paroki Ambalau paling sedikit di pimpin oleh 2 orang pastor. Dari 33 stasi itu baru ada 17 gereja dan kapel yang sudah ada. Tetapi ada gereja yang sedang dibangun. Mohon bantuan kepada Pemkab Sintang dan para donator untuk bisa membantu membangun gereja di stasi," harap Sariyanto. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved