Daun Kratom Ditetapkan Sebagai Tanaman Obat, Willy Minta Pemda Segera Sosialisasi

Dengan ditetapkannya daun Kratom sebagai tanaman obat, kata Willy Munandar, menghilangkan rasa keresahan masyarakat petani Kratom di Kapuas Hulu , yan

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menteri Pertanian telah menetapkan Daun Kratom adalah merupakan tanaman obat atau herbal, menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kapuas Hulu Fraksi Partai Demokrat, Willy Munandar, mengucapkan terimakasih kepada Menteri Pertanian.

"Saya sebagai wakil rakyat DPRD Kapuas Hulu khususnya dapil Kapuas Hulu 3, merasa senang kalau daun Kratom atau Purik ditetapkan sebagai tanaman obat atau herbal," ujarnya kepada Tribun, Rabu (26/8/2020).

Dengan ditetapkannya daun Kratom sebagai tanaman obat, kata Willy Munandar, menghilangkan rasa keresahan masyarakat petani Kratom di Kapuas Hulu , yang selama ini masih menjadi pro kontra terkait legalitas hukum daun Kratom.

Daniel Johan Sampaikan Kabar Gembira, Sebut Kratom Masuk Komoditas Tanaman Obat

"Alhamdulillah, sekarang sudah jelas, daun Kratom merupakan masuk dalam tanaman obat atau herbal, Sehingga legalitas hukum daun Kratom tidak dilarang, dan masyarakat bisa tetap mengolahnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri," ucapnya.

Menurutnya, masyarakat Kapuas Hulu 3 merupakan kebanyakan petani karet, tapi akibat dari harga getah karet tidak sesuai harapan masyarakat, sehingga beralih dengan petani daun Kratom.

"Sejak adanya daun Kratom, setidaknya masyarakat bisa tetap bertahan hidup, dan mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Maka daun Kratom ini masih menjadi primadona matapencaharian masyarakat," ujarnya. 

Dengan ini, Willy meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas Hulu, agar segera melakukan sosialisasi keputusan menteri ini kepada masyarakat.

Sehingga masyarakat tidak lagi berspekulasi tentang legalitas tanaman daun Kratom atau Purik.

"Dan untuk pemerintah pusat kami berharap supaya ke depan di kuatkan lagi dengan adanya undang - Undang yang mensahkan tanaman Kratom atau Purik. Tanaman Kratom ini merupakan salah satu konsep green ekonomi, karena yang di ambil hanya lah daun, sedangkan batang nya tidak di tebang," ucapnya.

Terus, jelas Willy untuk menjadikan remahan atau daun kering tidak memerlukan keahlian yang spesifik, sehingga sangat mudah bagi masyarakat untuk mengolahnya .

"Terus harganya saat ini sangat membantu masyarakat," ungkapnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved