Indonesia Diharapkan Dapat Ambil Peran Sebagai Global Player Ekonomi dan Keuangan Syariah

Berdasarkan data yang dihimpun, Indonesia sebagai konsumen makanan halal terbesar. Serta pasar busana muslim ketiga dan pasar pariwisata halal terbes

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengungkapkan sebagai negara yang memiliki penduduk muslim terbesar, Indonesia diharapkan dapat mengambil peran serta memanfaat peluang sebagai "Global Player" di ekonomi dan keuangan syariah.

"Kita tidak ingin tertinggal dan kembali hanya menjadi market produk industri halal," ungkapnya, Rabu (19/8/2020).

Berdasarkan data yang dihimpun, Indonesia sebagai konsumen makanan halal terbesar.

Serta pasar busana muslim ketiga dan pasar pariwisata halal terbesar kelima di dunia.

"Ekonomi dan keuangan syariah tidak hanya didominasi oleh negara-negara berpenduduk muslim. Sebagai contoh adalah Thailand yang menjadi pemasok makanan halal dunia. Kemudian China sebagai pengekspor busana muslim terbesar di dunia," terangnya.

"Selanjutnya ada Australia dan Brazil menjadi pemasok daging halal terbesar ke timur tengah. Serta Korea Selatan sebagai pusat wisata halal dunia hingga Inggris yang telah dikenal untuk pusat keuangan syariah dunia," tambahnya.

Lebih lanjut, Rosmaya Hadi menuturkan Bank Indonesia sangat konsen mendukung pengembangan ekonomi syariah sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional.

Khususnya adalah dalam pemulihan ekonomi di periode new normal.

"Transformasi kebijakan menjadi sebuah keniscayaan di era new normal ini. Tentu saja, dengan mengoptimalkan digitalisasi," jelasnya.

Dorong Aktivitas Ekonomi Syariah, FESyar KTI Hadirkan Produk Halal UMKM Unggulan

Rosmaya Hadi pun berharap melalui event Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2020 dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun pelaku industri halal untuk terus berkembang.

"Kegiatan ini diharapkan bisa menjalinkan komunikasi antara supplier, produsen dengan distributor hingga produsen dengan konsumen maupun investor industri halal nasional," imbuhnya.

Dalam menggerakkan roda perekonomian berbasis syariah, Bank Indonesia akan terus bersinergi serta berkoordinasi dengan instansi baik di level pusat maupun daerah.

Terutama khususnya bersama Pemerintah Provinsi NTB, agar segala kebijakan yang telah dirumuskan dapat terlaksana baik dan mencapai sasaran yang diinginkan. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved