Cara Membuat Anak Pintar dan Cerdas Sejak Usia Dini

Yang penting untuk perkembangan otak agar anak Pintar dan Cerdas adalah memiliki hubungan yang penuh kasih sayang dengan orangtua dan sekeliling.

Tayang:
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Seorang anak TK belajar di rumah didampingi ibunya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Anak Pintar dan Cerdas menjadi dambaan setiap orangtua.

Membuat anak Pintar dan Cerdas harus dilakukan sejak usia dini.

Orangtua dan lingkungan memiliki peran besar dalam membuat anak Pintar dan Cerdas.

Tak hanya Pintar dan Cerdas, karakter dan akhlak yang baik juga dibentuk sejak anak balita.

Dilansir dari alodokter.com, Selasa (18/8/2020), Pintar dan Cerdas tak selalu mengenai tingkat kecerdasan kognitif melalui pengukuran IQ.

Para ahli tumbuh kembang anak kini berusaha menemukan cara agar anak dapat memenuhi potensi intelektual secara menyeluruh, tanpa memberikan terlalu banyak tekanan pada anak.

Menjadikan anak Pintar dan Cerdas bisa jadi tantangan tersendiri bagi orangtua, keluarga, dan tenaga pengajar.

Berilah dukungan pada proses tumbuh kembangnya menjadi anak Pintar dan Cerdas dengan beberapa langkah-langkah berikut ini:

1. Penuhi Nutrisi Seimbang

Murid SD di Kota Pontianak Belajar dari Rumah.
Murid SD di Kota Pontianak Belajar dari Rumah. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Marlen Sitinjak)

Penelitian menyebutkan, secepat anak berlari saat bermain di rumah dan di sekolah, secepat itu pula otaknya bertumbuh dan berkembang.

Otak anak akan mengalami pertumbuhan pesat semenjak kelahirannya hingga anak berusia 4 tahun.

Masa yang tergolong kritis bagi perkembangan otak ini sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi yang mereka konsumsi.

Makanan sehat, seperti telur, yoghurt, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, oat, ikan, buah dan sayuran, akan membawa pengaruh baik bagi kemampuan fokus dan kognitif anak.

Sarapan merupakan salah satu waktu makan anak yang paling penting pada masa perkembangannya.

Penelitian menunjukkan bahwa anak yang mengonsumsi makanan sehat saat sarapan setiap pagi, mampu memusatkan perhatian dan mengingat dengan lebih baik dibandingkan dengan anak yang tidak sarapan.

2. Membaca Sejak Dini

Seorang anak TK belajar di rumah didampingi tantenya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020.
Seorang anak TK belajar di rumah didampingi tantenya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020. (TRIBUN PONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA)

Aktivitas ini banyak membantu anak belajar pada masa perkembangan.

Tak hanya keterampilan bahasa, namun juga belajar memusatkan perhatian hingga mengasah imajinasi.

Peneliti menuturkan, anak yang membaca di rumah pada usia prasekolah memiliki kemampuan membaca lebih baik ketika masuk sekolah.

Membacakan buku cerita atau dongeng pada anak juga terbukti dapat merangsang tumbuh kembang otak anak, sehingga kemampuan kognitif dan berbahasanya menjadi lebih baik.

3. Mengenali Gaya Belajar

Seorang anak TK belajar di rumah didampingi ibunya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020.
Seorang anak TK belajar di rumah didampingi ibunya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Tiap anak belajar dengan cara yang berbeda.

Mengenali hal ini dapat membantu orangtua untuk membimbing anak dalam belajar memahami dan memroses informasi dengan lebih baik.

Secara umum, ada tiga kategori gaya belajar, yaitu auditorik, visual, dan fisik.

Untuk anak dengan gaya belajar auditorik, akan lebih cepat belajar melalui indera pendengaran, misalnya mendengarkan penjelasan guru dan orangtua.

Sedangkan gaya belajar visual akan menyerap informasi lebih baik melalui indera penglihatan, misalnya membaca buku atau melihat gambar.

Kemudian, gaya belajar fisik perlu menyentuh dan memperagakannya untuk bisa belajar dan mengerti konsep-konsep baru.

4. Hargai Proses Pembelajaran

ILUSTRASI
ILUSTRASI (SHUTTERSTOCK)

Tak hanya orang dewasa, anak-anak juga butuh dihargai.

Penelitian menyebutkan, anak-anak yang merasa dihargai orangtuanya, belajar lebih baik dan mendapat nilai lebih baik di sekolah karena semangat belajarnya yang tinggi.

Orangtua disarankan fokus pada proses, dibandingkan hanya sekadar menghargai hasilnya.

Hal ini juga dapat membantu menanamkan pada pemikiran anak bahwa mereka bisa mendapatkan hasil lebih baik dengan berusaha dan bekerja keras, yang pada akhirnya juga akan mendukung kesuksesan.

5. Mengasah Kecerdasan Emosional

Seorang anak TK belajar di rumah didampingi tantenya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020.
Seorang anak TK belajar di rumah didampingi tantenya di kediaman mereka di Jl.Danau Sentarum, Pontianak, Sabtu (2/5/2020). Dalam upaya memutus mata rantai penularan covid-19, Pemerintah kota Pontianak memperpanjang masa belajar di rumah bagi siswa TK/PAUD, SD dan SMP di Kota Pontianak hingga tanggal 30 Mei 2020. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Kecerdasan emosional (EQ) tidak kalah penting dari kecerdasan kognitif yang diukur dengan IQ.

Kecerdasan emosional justru akan membantu perkembangan kemampuan kognitif dan sosial pada anak.

Bantu anak batita (di bawah tiga tahun) mengenali emosinya.

Misalnya, ketika ia bertabrakan dengan anak lain saat bermain, maka orangtua dapat mengatakan hal itu sebagai ketidaksengajaan.

Mengajarkan hal ini akan membantu anak merespons secara tepat dan menghindari rasa kesal berlebihan.

6. Mempelajari Bahasa Asing

BELAJAR DARING - Empat pelajar sekolah di Jalan Nangka, Gang Stial terpaksa nebeng wifi milik tetangga untuk mengikuti pelajaran daring karena orangtua tak mampu beli kuota internet, Kamis (23/7/2020). Masuk Sarang Ular Demi Belajar Daring, Cerita 4 Pelajar di Bandar Lampung Tak Mampu Beli Kuota.
BELAJAR DARING - Empat pelajar sekolah di Jalan Nangka, Gang Stial terpaksa nebeng wifi milik tetangga untuk mengikuti pelajaran daring karena orangtua tak mampu beli kuota internet, Kamis (23/7/2020). Masuk Sarang Ular Demi Belajar Daring, Cerita 4 Pelajar di Bandar Lampung Tak Mampu Beli Kuota. ((Tribunlampung.co.id/Deni Saputra))

Beberapa manfaat mempelajari bahasa asing atau mendidik anak secara bilingual, antara lain adalah melatih kemampuan komunikasi lebih baik, serta mendorong perkembangan kognitif, kreativitas, matematika, dan sains.

Ahli bahasa menyebutkan, anak yang belajar bahasa asing juga memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memecahkan masalah dan berpikir kreatif.

7. Memperkenalkan Seni

Seorang Siswa SD di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Belajar dari Rumah di tengah wabah Covid-19.
Seorang Siswa SD di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Belajar dari Rumah di tengah wabah Covid-19. (KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID)

Beberapa penelitian menyimpulkan, anak yang mempelajari alat musik memperoleh nilai lebih baik untuk tes bahasa, daya ingat verbal, matematika, dan IQ.

Seorang ahli mengatakan, area otak yang dirangsang saat memainkan musik, mencakup area otak yang mengatur kemampuan membaca, matematika, penalaran yang berhubungan dengan ruang, dan pemecahan masalah.

Seni lukis dan kerajinan tangan juga penting untuk mendukung proses pembelajaran yang menjadikan anak Pintar dan Cerdas.

Manfaatnya antara lain, merangsang kemampuan akademis dan mengingat, serta mendorong rasa percaya diri dan keterampilan untuk berpikir secara mandiri.

8. Beri Kesempatan Bermain Kreatif

Ilutrasi permainan engklek zaman dahulu belajar dari rumah TVRI kelas 4-6 SD (Goodnews from Indonesia)
Ilutrasi permainan engklek zaman dahulu belajar dari rumah TVRI kelas 4-6 SD (Goodnews from Indonesia) (TRIBUN/ISTIMEWA)

Untuk mengembangkan kreativitas secara alami, orangtua dapat memberi ruang yang mampu merangsang imajinasi anak.

Tak perlu mengandalkan mainan yang terbaru atau mahal.

Beberapa bahan sederhana, seperti kotak kosong, krayon, atau mainan balok susun, bisa menjadi pilihan.

Permainan tersebut juga baik untuk merangsang keterampilan motorik anak.

Yang tidak kalah penting untuk perkembangan otak agar anak Pintar dan Cerdas adalah memiliki hubungan yang penuh kasih sayang dengan orangtua dan orang-orang di sekelilingnya.

Berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak, misalnya bermain bersama atau berbincang-bincang, sangatlah penting.

Peran orang tua dalam mendorong dan mendukung anak Pintar dan Cerdas sangatlah penting.

Sesuaikan dorongan dan semangat yang Anda berikan dengan kemampuan dan minat masing-masing anak.

Jika Anda merasa Si Kecil memiliki masalah terkait kecerdasannya, tak perlu ragu untuk berkonsultasi kepada dokter. (*)

Artikel ini telah terbit di alodokter.com dengan judul 8 Langkah Membuat Anak Cerdas. https://www.alodokter.com/8-langkah-membuat-anak-cerdas

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved