Breaking News:

Pensiunnya Bendera Pusaka Merah Putih yang Dijahit dengan Air Mata Fatmawati Istri Presiden Soekarno

"Berulangkali saya menumpahkan air mata di atas bendera yang sedang saya jahit itu," kata Fatmawati.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/DOK. KOMPAS
Presiden Soekarno dan Ibu Fatmawati. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bendera merah putih menjadi simbol negara Republik Indonesia.

Setiap perayaan HUT RI, bendera merah putih selalu berkibar di Istana Merdeka, Jakarta.

Namun siapa sangka bendera merah putih yang berkibar tersebut bukanlah bendera pusaka yang pertama kali digunakan saat proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945, melainkan duplikatnya.

Dilansir Harian Kompas, 12 Agustus 1968, melalui kompas.com, Bendera Pusaka Merah Putih tak lagi dikibarkan dan disimpan di museum sejak 1968.

Meski demikian, bendera bersejarah tersebut selalu diperlihatkan untuk umum saat upacara dan diserahkan oleh presiden kepada barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang juga menerima bendera baru.

Setelah bendera baru dikibarkan, Bendera Pusaka akan diserahkan kembali kepada presiden, selaku pemimpin upacara.

Wacana untuk 'memensiunkan' Bendera Pusaka sebenarnya sudah bergulir setahun sebelumnya, tahun 1967.

Kala itu, Menteri Luar Negeri Adam Malik menilai Bendera Pusaka tak perlu selalu dikibarkan di setiap peringatan Hari Kemerdekaan.

"Seakan-akan kalau Bendera Pusaka itu tidak dikibarkan, peringatan 17 Agustus itu tidak sah. Ini hanya menimbulkan mistik," kata Adam Malik dikutip dari Harian Kompas, 15 Agustus 1967.

Menurut dia, bendera itu sebaiknya disimpan di museum, sehingga nilai sejarahnya lebih terasa.

Halaman
1234
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved