Bantah Tak Harmonis, Hairiah: Saya Bersemangat dengan Bupati Membangun Sambas

Saya bersemangat dengan Pak Bupati untuk meneruskan pembangunan ini karena dukungan semua pihak dan masyarakat

TRIBUN PONTIANAK/Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten Sambas
Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah saat menerima penghargaan Bunda Etnik di Jakarta Rabu (11/3/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Wakil Bupati Sambas, Hairiah yang juga menjadi inkamben untuk maju di Pilkada 2020 kembali berpasangan dengan Atbah Romin Suhaili membantah isu miring yang menerpa dirinya tidak harmonis dengan sang Bupati.

Hairiah juga membantah isu jika ia menyebut memerlukan Bupati yang leadhersip untuk membangun Sambas kedepan.

"Bupati sekarang leadhership, kenapa akhirnya memang bersatu karena leadhershipnya bagus, sehingga kita bersama untuk bersatu," katanya, Rabu (12/08/2020) kepada Tribun.

"Dalam dinamika pemerintah hal yang biasa saja, tidak menjadi suatu yang krusial yang terjadi selama inikan baik-baik saja, saya paham posisi saya sebagai Wabup dan Pak Bupati memahami sebagai posisi Bupati, dan jika terjadi konflik Bupati dan Wakil Bupati akan mengacaukan dalam urusan pemerintahan dan saya tidak ada keinginan seperti itu, tidak ada keinginan bersebrangan karena kita memang bersama-sama," jelas Hairiah.

Empat Bapaslon Menuju Pilkada Sambas 2020, Pasangan Petahana Atbah-Hairiah Segera Deklarasi

Menurutnya, isu yang berkembang selama ini bukanlah dari dia karena selama ini bersama Bupati Atbah, pembangunan Sambas berjalan dengan baik.

"Yang mencetuskan bahasa-bahasa tidak harmonis segala macam kan bukan saya, pada hakekatnya kita baik-baik saja, pemerintahan selama ini berjalan dengan baik, sesuai dengan jalurnya," ujar Hairiah.

Maka dari itu, kata Hairiah, survei pun menunjukan elektabilitas ia bersama Atbah sangat baik.

"Kenapa hasil survei saya dengan Pak Bupati signifikan karena memang tidak ada masalah yang berarti," ungkapnya.

Lebih lanjut, Hairiah pun menegaskan diperiode kedua ini bersama Atbah akan tetus mendorong Pembangunan yang berkelanjutan.

Terlebih Sambas merupakan daerah yang strategis, wilayah perbatasan antar negara maupun Kabupaten Kota dulunya bersatu sebelum pemekaran.

Selain daripada potensi SDA harus dikembangkan serta dikaitkan dengan kegiatan masyarakat yang lain.

"Visi saya dengan Pak Bupati melakukan pembangunan untuk kesejahteraan dan berkeadilan untuk semua sehingga bisa sejahtera dalam ukuran yang diinginkan dan bisa keluar dari kemiskinan yang diantaranya dengan pemberdayaan masyarakat, sinergisitas APBD dan APBN serta Dana Desa untuk pembangunan," kata Hairiah.

"Saya bersemangat dengan Pak Bupati untuk meneruskan pembangunan ini karena dukungan semua pihak dan masyarakat," pungkas Hairiah.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved