Breaking News:

Bupati Muda Nilai Sistem PTSP Dapat Meminimalisir Adanya Calo

dengan sistem inipula akan dapat meminimalisir adanya penyimpangan-penyimpangan yang biasa terjadi pada pelayanan publik, misalnya adanya "calo".

Istimewa
Bupati Muda saat peresmian sistem PTSP di kantor Kemenag kabupaten Kubu Raya, pada Kamis (6/8/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA - Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengapresiasi upaya yang dilakukan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) kabupaten Kubu Raya dalam membuat sistem pelayanan menjadi Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau PTSP, pada Kamis (6/8/2020).

Menurut Muda, upaya yang dilakukan kantor Kemenag kabupaten Kubu Raya ini sekaligus menambah injeksi kekuatan pelayanan yang lebih baik, khususnya yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

"Saya mengapresiasi sekali, karena ini sekaligus menambah injeksi kekuatan pelayanan lebih baik. Seperti di Kubu Raya kan pelayanan PTSP sudah dimulai dari 2009, kita fokuskan memang. Bahkan kita pernah menjadi lima terbaik nasional dulu," ujar Muda seusai meresmikan sistem PTSP di kantor Kemenag kabupaten Kubu Raya.

Lebih lanjut Muda juga mengatakan, dengan sistem inipula akan dapat meminimalisir adanya penyimpangan-penyimpangan yang biasa terjadi pada pelayanan publik, misalnya adanya "calo".

"Dengan pelayanan satu pintu inikan by sistem, jadi langsung terlayani dengan sistem, nah disitulah juga akan meminimalisir, dan menutup celah. Paling tidak mengecilkan celah-celah terjadinya hal-hal penyimpangan dan sebagainya yang biasa terjadi pada pelayanan-pelayanan publik," katanya.

"Dan inipun sangat transparan, kita dapat mentracking dengan mudah juga, kita dapat melihat layanan berjalan samapi sejauh mana. Apabila ada kekurangan dalam persyaratan pun dapat terlihat, dan bisa langsung diselesaikan," paparnya.

Andi : Program BSPS Merupakan Kebijakan Presiden

Kemudian untuk menindaklanjuti pelayanan terpadu ini, Muda merencanakan untuk mensinergikan pelayanan yang ada di Kemenag dengan pelayanan publik lainnya.

Disitulah letaknya, saya melihat adanya pemikiran yang sudah progresif, mudah-mudahan nanti gini, kita bisa disatukan dengan upaya kita untuk mensinergikan semua pelayanan.

"Seperti pendidikan, nah nantikan ada ijin penyelenggaraan pendidikan, rekomendasikan kalau dari sini juga bisa disatukan. Yang kami harapkan nantinya ada semacam beberapa jenis yang kira-kira itu bisa disatukan. Sehingga nanti bisa dilakukan dipelayanan mana, tetapi pengajuan disini juga masuk. Jadi semuanya lebih memudahkan, orang tidak bolak-balik, tidak menghabiskan waktu juga bagi masyarakat," jelasnya. (*)

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved